Dishub Periksa Kondisi Kendaraan yang Terlibat Kecelakaan di Tol Cipali

Senin, 17 Juni 2019 18:37 Reporter : Aksara Bebey
Dishub Periksa Kondisi Kendaraan yang Terlibat Kecelakaan di Tol Cipali Kecelakaan di Tol Cipali. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Polisi menduga Kecelakaan bus yang terjadi di Tol Cipali yang merenggut nyawa belasan jiwa disebabkan sopir diserang salah seorang penumpang. Meski demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar tetap akan mengecek kelaikan bus.

Kepala Dishub Jabar Hery Antasari menyatakan sudah memeriksa kondisi bus Safari Lux nopol H 1469 CB dan truk pengangkut ayam nopol R 1436 ZA yang bertabrakan.

Uji kelaikan dilakukan meliputi sejumlah hal, mulai administrasi hingga pengecekan kondisi teknis mesin dan lain-lain.

"Aspek pemeriksaan semuanya. Kecocokan administrasinya, power steering, kondisi ban, rem dan lainnya," ucapnya saat dihubungi.

Hanya saja, ia belum bisa merilis hasilnya secara resmi. Hal ini berkaitan dengan koordinasi bersama polisi.

"Kita sudah memeriksa kelaikannya, utamanya bus tersebut. Hasilnya (belum bisa dirilis), satu pintu, ke Kepolisian atau KNKT," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi mengungkapkan penyebab kecelakaan yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia di Tol Cipali. Sopir bus diserang oleh seorang penumpang.

"Dari keterangan seorang saksi, tiba-tiba saat sopir sedang telepon dengan kernet ada seseorang yang datang ke tempat sopir dan kemudian terjadilah kecelakaan," kata Rudy di Cirebon, Senin (17/6).

Rudy menuturkan dari keterangan saksi tersebut pihaknya kemudian mencari tahu orang yang melakukan penyerangan. Setelah ditelusuri ada seorang laki-laki bernama Ansor (29) pekerjaan sekuriti di Jakarta mengaku yang menyerang sopir bus.

Menurut keterangan Ansor, bahwa sopir dan kernet dari hasil pembicaraan telepon itu akan membunuh dia.

Akibat serangan dari Ansor itu kendaraan bus, lanjut Rudy, menyeberang ke arah berlawanan yaitu dari jalur A atau arah Cirebon ke jalur B arah Jakarta. Ini mengakibatkan kecelakaan beruntun yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka.

"Untuk rincian korbannya yaitu enam orang penumpang Expander semua meninggal, tiga orang dari Innova dan tiga lainnya merupakan penumpang bus," tuturnya.

Data sementara korban akibat kecelakaan tersebut 12 orang meninggal dunia, 11 orang luka berat dan 32 orang luka ringan serta enam orang dinyatakan selamat. Seluruh korban yang meninggal dunia dan terluka berada di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cireboni dan Rumah Sakit Cideres.

Berikut identitas para korban yang meninggal dunia, Heruman Taman (59), Rafi (22), Reza (22), Radit (22), Dafa (21) dan Irfan (22) semua beralamat di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, penumpang Mitsubishi Expander.

Sementara untuk identitas penumpang mobil Innova yang meninggal yaitu Wiki (21) Jakarta Pusat, Uki (45), Amar (37), Daryono (70) yang beralamat Desa Tarub Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pendataan, karena tidak membawa identitas dan saat ini jenazah berada di RS Cideres Majalengka. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini