Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dirut RSUP Kariadi Ungkap Ada Penularan Corona saat Dokter Lepas APD Pascaoperasi

Dirut RSUP Kariadi Ungkap Ada Penularan Corona saat Dokter Lepas APD Pascaoperasi RSUP dr Kariadi Semarang. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama RSUP Kariadi Semarang, Agus Suryanto menyatakan akan terus telusuri alur penyebaran penularan virus corona yang terjadi ada puluhan tenaga medis seperti dokter spesialis. Menurutnya, jumlah akumulasi keseluruhan terdapat 57 tenaga medis yang diketahui alur penularan bersumber dari lokus tim dokter bedah syaraf, dan dokter obstetri.

"Jadi kebetulan klaster bedah ini pasien yang ditangani, tapi setelah operasi diketahui gejala virus Corona. Untuk klaster obstetri penanganan pasien pada saat bersamaan sering menangani para ibu hamil dalam proses persalinan sehingga positif corona, jadi semua identifikasi terlambat," kata Agus Suryanto, Selasa (21/4).

Dia menyebut meski semua tenaga medis yang menangani pasien sudah melakukan isolasi mandiri belum berjalan bagus, sehingga memicu tertularnya antar sejawatnya. Pada kasus lain, penularan juga terjadi saat para dokter melepas APD pascaoperasi.

"Kasusnya penularannya tidak spesifik, dan bermacam-macam. Seperti ada yang punya riwayat perjalanan dari lokasi terjangkit, ada dari spesialis praktik di luar RSUP Kariadi, dan ada kemungkinan rawat pasien covid-19 juga," ungkapnya.

Terkait jumlah tenaga medis yang menjalani karantina di hotel Kesambi Semarang terdapat akumulasi 57. "Total ada 57 tenaga medis di antaranya dokter spesialis yang bertugas di RSUP Kariadi," ungkapnya.

Pihaknya kini sedang melakukan mapping pemetaan, untuk mendeteksi penyebaran virus Corona di RS Kariadi yang meningkat pesat.

"Upaya yang kita lakukan dengan mengurangi interaksi langsung dengan pasien non corona. Kami sedang mengembangkan pelayanan sistem online. Jadi pasien cukup telepon atau telemedicine agar dapat berkonsultasi langsung dengan dokter. Selanjutnya akan diberikan layanan," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan terdapat peningkatan jumlah tenaga medis yang terinfeksi virus Corona di tiga rumah sakit.

"Jumlah nakes (tenaga kesehatan) yang saat ini diisolasi bertambah terus. Kemudian yang menjalani isolasi mandiri juga banyak. Status mereka kebanyakan ODP," kata Yulianto Prabowo dalam keterangannya.

Dari jumlah tenaga medis yang terpapar covid-19 kebanyakan bertugas di tiga rumah sakit RSUP Kariadi, RSUD Moewardi Solo, dan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang."Kami masih pantau, saat ini banyak tenaga medis jalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Saat kita cek di Moewardi, ada dua dokter menjalani perawatan. Sekarang kondisinya relatif bagus," tutup Yulianto.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP