Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie Dicopot karena Kasus Harun Masiku, Ini Faktanya
Merdeka.com - Secara mengejutkan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mencopot Ronny F Sompie dari jabatan Direktur Jenderal Imigrasi, yang sudah diembannya sejak tahun 2015. Yasonna menyebut Ronny difungsionalkan agar tidak terjadi konflik kepentingan.
"Supaya jangan ada conflict of interest, saya sudah memfungsionalkan Dirjen Imigrasi. Jadi sekarang Dirjen Imigrasi sudah di Plh," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/1).
Merdeka.com merangkum perjalanan karier Ronny sampai akhirnya dicopot dari Dirjen Imigrasi. Beberapa waktu sebelum dicopot, Ronny sempat blak-blakan soal posisi politikus PDIP Harun Masiku yang sudah di Jakarta sejak 7 Januari 2020.
Padahal saat itu, Menkum HAM Yasonna Laoly dan KPK menyatakan tersangka kasus suap proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI untuk Komisioner KPU Wahyu Setiawan belum kembali ke Indonesia.
Berkarier di Kepolisian
Sebelum resmi menjabat sebagai Dirjen Imigrasi, Ronny adalah anggota polisi dengan segudang jabatan mentereng. Di antaranya ia pernah menjadi Kadiv Humas Polri tahun 2013.
Kemudian ia menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali tahun 2015 dengan pangkat terakhir inspektur jenderal. Setelah itu ia memilih pensiun dini dari kepolisian dan ikut seleksi sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.
Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetelah mengikuti seleksi, akhirnya Ronny dinyatakan lolos. Ia resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi yang langsung dilantik oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 10 Agustus 2015 lalu.
Dicopot dari Posisi Dirjen Imigrasi
Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly mencopot Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie. Yasonna menyebut Ronny difungsionalkan agar tidak terjadi konflik kepentingan.
"Supaya jangan ada conflict of interest, saya sudah memfungsionalkan Dirjen Imigrasi. Jadi sekarang Dirjen Imigrasi sudah di Plh," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/1).
Posisi Ronny kini diisi oleh Irjen Kemenkumham.
"Irjen. Ya per hari ini. Tadi pagi. Hari ini. Siang. Tadi siang sesudah jam 12," ucapnya.
Dicopot karena Kasus Harun Masiku
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBeberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal Imigrasi menjadi sorotan lantaran kasus korupsi yang menimpa politikus PDIP Harun Masiku. Saat itu, Ronny F Sompie menyatakan Harun Masiku, tersangka kasus suap proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI telah berada di Jakarta sejak 7 Januari 2020.
"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem, termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM (Harun Masiku) telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," ujar Ronny dilansir Antara, Rabu (22/1).
Ronny mengakui terdapat keterlambatan waktu (delay time) dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, ketika Harun Masiku melintas masuk pada 7 Januari 2020.
Alasan Menkum HAM Copot Ronny Sompie dari Dirjen Imigrasi
Menkum HAM Yasonna Laoly mencopot Ronny Sompie sebagai Dirjen Imigrasi. Alasannya, agar tidak ada konflik kepentingan dalam tim independen yang dibentuk untuk mengusut kasus 'delay' melacak keberadaan buronan KPK, Harun Masiku.
Yasonna mengatakan, Ronny bukan dicopot tapi difungsionalkan. Dengan demikian, tim independen akan berjalan dengan baik.
"Karena saya mau kita betul-betul terbuka dan melacak mengapa ini terjadi delay, mengapa data tersimpan di PC Bandara F terminal 2. Kalau yang bandara 3 kan beres makanya enggak ada masalah. Tapi terminal 2 ini ada delay," kata Yasonna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1).
Dia menjelaskan teknis data keimigrasian tersebut. Bagaimana data dari bandara masuk ke pusat data Imigrasi.
"Memang ada perubahan Simkim (sistem informasi manajemen keimigrasian) dari Simkim 1 ke Simkim 2 ada pelatihan staf, sehingga waktu ada pelatihan itu data dummy-nya takut masuk ke pusat tidak dibuat ekses ke pusat. Tetapi karena ada sesuatu kenapa selesai itu enggak dibuka lagi ekses itu," tambah Yasonna.
Menkumham Sebut Ada yang Janggal dari Data Harun Masiku Delay
Politikus PDIP itu mengakui ada yang janggal dengan data Harun Masiku yang delay. Awalnya Harun terdeteksi keluar Indonesia pada 6 Januari, itu dirilis tiga hari kemudian. Setelah 15 hari kemudian, baru Imigrasi menyatakan Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari.
"Ada yang janggal makanya saya bilang ini harus tim. Kalau tim saya nanti orang enggak percaya. Maka saya katakan tim Cyber Crime dari Polri. Tim Kemenkominfo yang sangat ahli di situ. Tim BSSN, dan Ombudsman lembaga pengawas birokrasi. Supaya betul-betul independen maka Dirjen Imigrasi difungsionalkan sekarang ditunjuk Plh," tegas Yasonna.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya