Hasil laboratorium pemeriksaan terhadap satu pasien yang sebelumnya diduga terpapar virus Novel Corona, dinyatakan negatif. Hasil tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Dedi Syarif setelah mendapat sampel darah dan foto rontgen dari pasien.
"Kita lakukan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur lengkap, dua hari kerja dan hasilnya valid dinyatakan negatif," kata Dedi saat jumpa pers di Eka Hospital Cibubur, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).
Dedi melanjutkan, pusat penelitian dan pengembangan terus melakukan pemantauan terhadap adanya kasus pasien terduga terkena virus Novel Corona. Pihaknya sudah memiliki alat memadai untuk pemeriksaan serta laboratorium yang dapat mengeluarkan hasil dari pemantauan pasien jika diduga terkena virus tersebut.
"Kita sudah punya pengalaman di SARS dan MERS jadi sudah dapat terdeteksi baik, jadi kita tak perlu ragu apa yang telah dilaksanakan Kemenkes," jelas Dedi.
Dokter Spesialis Paru Eka Hospital, Paulus Arka, Sp.P menambahkan, pasien terduga terkena virus Novel Corona terus dipantau dan dilaporkan ke pihak Dinkes setempat. Pemantauan dan pelaporan dilakukan sesuai standar penanganan.
"Jadi hasilnya ini kan negatif, jadi kami sebutnya ini (pasien) terkena para-infection atau infeksi virus," terang Paulus.
Standar prosedur pemeriksaan yang dilakukan Eka Hospital Cibubur mulai dari pemeriksaan darah dan rontgen, kemudian pemeriksaan fungsi ginjal dan hati.
"Dari darah hanya menunjukkan infeksi saja dan kemudian rontgen, tidak ada pneumoni lalu kita ulang dua hari dan hasilnya juga sama tidak ditemukan, pasien boleh pulang," ucap Paulus.
Seperti diketahui, Eka Hospital Cibubur mendapati seorang pasien dengan gejala seperti terkena virus Novel Corona. Pemeriksaan sesuai standar dilakukan sejak Rabu 29 Januari 2020, dengan masuk ruang isolasi untuk diobservasi dengan mengambil sampel.
Director of Corporate Customer Relation Eka Hospital, James Carlos, mengatakan tim Eka Hospital langsung menangani pasien tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dia menambahkan, pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk penangan yang lebih komprehensif.
"Kami berkoordinasi melakukan penanganan dengan sigap, kooperatif, dan komprehensif tindakan pertolongan pertama kepada pasien suspect Pneumonia Tiongkok sesuai dengan prosedur penanganan penyakit tersebut," jelas James.
Panas Tinggi
Paulus mengatakan, satu pasien terduga terkena virus Novel Corona dinyatakan negatif. Dari hasil pemeriksaan pasien dan uji lab, Paulus mengatakan sesungguhnya pasien tersebut tidak memiliki gejala terkait, selain suhu badan tinggi.
"Pasien demam tinggi 40 derajat, ruam kemerahan di kulit. Tapi karena orangtuanya concern dalam waktu 14 hari itu diperiksakan ke poli dan kemudian kita kerjakan sesuai SOP dan hasil diagnosanya virus infection saja," kata Paulus.
Paulus menambahkan, awalnya kecurigaan pasien diduga terkena virus Novel Corona disebabkan pasien memiliki riwayat perjalanan dari China. Dalam rentang 10 hari setelah sampai di Indonesia, pasien mengalami demam tinggi yang dikhawatirkan gejala virus Novel Corona.
"Jadi baru pulang dari China saat itu pasien. Kita kerjakan sesuai SOP. Hasil laboratorium negatif. Negatif Novel Korona, Mers, dan SARS, kita uji semua," jelas Paulus.
Paulus melanjutkan, usai hasil lab menyatakan kategori negatif, rumah sakit dengan pihak dinas kesehatan setempat akan memulangkan pasien setelah mendapat penanganan secara terisolasi sejak 30 Januari 2020. Nantinya, pasien akan menjalani kontrol secara berkala agar kondisinya sehat dan fit kembali.
"Pasien kita rencana pulangkan. Karena sejak dua hari awal sudah tak ada gejala," Paulus menandasi.
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378439/original/010350800_1792516186-IMG-20261020-WA0127.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378438/original/020119700_1792515826-Menteri_Agama_Nasaruddin_Umar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378434/original/098593800_1792514001-Polisi_memburu_pelaku_penyerangan_di_Dago_Bandung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378407/original/033317300_1792509285-Demo_mahasiswa_di_Bandung_diwarnai_kericuhan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377709/original/001167800_1792476388-000_D3T98HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378412/original/093863000_1792510208-Demo_mahasiswa_di_Bandung_diwarnai_kericuhan.jpeg)