Dipanggil KPK, 4 Anggota Polri Saksi Kasus Edy Sindoro Tugas di Papua

Senin, 3 Desember 2018 20:46 Reporter : Merdeka
Dipanggil KPK, 4 Anggota Polri Saksi Kasus Edy Sindoro Tugas di Papua Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat anggota Polri untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi tersangka Eddy Sindoro. Namun keempatnya tidak dapat memenuhi panggilan KPK karena tengah bertugas di Papua.

Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, kepolisian pada prinsipnya proaktif membantu proses penyidikan yang dilakukan KPK. Namun kebutuhan pemeriksaan saksi yang berasal dari anggota Polri terkendala tugas negara.

"Karena empat anggota Polri ini kan tergabung dalam Satgas Papua. Sekarang keberadaan empat anggota ini di Papua, dan ini kan masih di gunung," ujar Syahar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/12).

Yang jelas, kata Syahar, Polri siap membantu prosea penyidikan yang dilakukan KPK. Saat ini, Polri tengah melakukan koordinasi internal yang melibatkan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) dan juga Komandan Korps Brimob Polri.

Polri juga telah menyiapkan berbagai alternatif yang akan ditawarkan ke penyidik KPK terkait pemeriksaan tersebut. Polri bahkan siap mengawal seandainya penyidik KPK jemput bola dengan mendatangi keempat anggotanya di Papua.

"Bisa saja nanti turun ke Polda Papua nanti penyidik ke sana kita dampingi, kita amankan, sehingga prosesnya berjalan lancar. Proses penyidikan KPK bisa tercapai, namun tugas Satgas Papua juga tidak ditinggalkan," ucap Syahar.

Sebelumnya, penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat anggota Polri sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pemulusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menjerat Eddy Sindoro. Empat anggota Polri itu merupakan ajudan mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi.

Itu merupakan panggilan kedua terhadap keempat anggota Polri setelah sebelumnya tidak hadir pada pemeriksaan yang dijadwalkan pada 14 November 2018.

Penetapan tersangka terhadap Eddy Sindoro merupakan pengembangan kasus sebelumnya yang telah menjerat mantan Panitera Pengganti PN Jakpus Edy Nasution dan karyawan PT Artha Pratama Anugerah Doddy Aryanto Supeno.

Mereka diringkus dalam sebuah operasi tangkap tangan di areal parkir sebuah hotel di Jakarta Pusat pada April 2016. Penangkapan dilakukan sesaat setelah Doddy menyerahkan uang kepada Edy Nasution.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini