Dinkes Banjarmasin: Nakes Tolak Vaksin Covid-19 Diberi Teguran Keras
Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi menyatakan tenaga kesehatan yang menolak program vaksinasi Covid-19 akan mendapatkan teguran keras.
Menurut Machli di Banjarmasin, memang ada sebagian kecil nakes yang menolak divaksinasi Covid-19, namun dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Alasannya seperti memiliki penyakit diabetes, jantung dan penyakit berbahaya lainnya, memang kalau demikian boleh, tapi kalau tidak demikian, kita pastikan dapat teguran keras," tegasnya seperti dikutip Antara, Senin (15/2).
Dia mengemukakan bahwa proses vaksinasi Covid-19 terhadap nakes terus berjalan hingga kini, di mana persentasenya sudah mencapai 52,40 persen dari sekitar 7.000 yang menjadi sasaran.
Dia pun menyatakan optimis vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan bisa penuhi target sebanyak 7.000 sasaran tersebut hingga akhir Februari ini.
Karena, kata dia, tenaga kesehatan harus diutamakan, sebab kasus positif Covid-19 di Kota Banjarmasin terus naik.
Karenanya, kata Machli, pihaknya tidak lelah terus mengimbau agar masyarakat, terutama tenaga kesehatan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan.
Adapun jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjarmasin hingga kini hampir mencapai 5.000 kasus atau tepatnya hingga 14 Februari 2021 ada tambahan 60 kasus hingga total sebanyak 4.943 kasus.
Adapun angka kesembuhan dari Covid-19 di Kota Banjarmasin mencapai 4.250 orang, di mana masih dalam perawatan sebanyak 508 orang. Untuk kasus meninggal dunia sudah sebanyak 185 orang.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya