Diminta Cabut Bebas Visa WN China, Yasonna Pikirkan Hubungan Diplomatik

Selasa, 28 Januari 2020 21:53 Reporter : Merdeka
Diminta Cabut Bebas Visa WN China, Yasonna Pikirkan Hubungan Diplomatik Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly mengatakan pemerintah perlu mengkaji permintaan untuk mencabut kebijakan bebas visa bagi warga negara China yang akan ke Indonesia. Menurut dia, pemerintah juga harus mempertimbangkan hubungan diplomatik dengan China.

Permintaan itu disampaikan DPR menyusul merebaknya wadah virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, China. Virus ini diketahui memang telah menyebar di berbagai negara.

"Ada permintaan itu (tetapi) harus selektif juga. Nanti kita bicarakan secara spesifik. Kan tidak semua daerah terimplikasi. Nanti kita harus pikirkan juga hubungan-hubungan diplomatik," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/1).

Politisi PDIP itu berharap pemerintah China dapat segera mengatasi penyebaran virus corona. Di sisi lain, Yasonna memastikan bahwa pemerintah terus mengupayakan agar virus tersebut tak masuk ke Indonesia.

Salah satunya, dengan memperketat pengawasan bagi warga negara China yang masuk melalui imigrasi bandara ataupun pelabuhan. Yasonna menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Tadi sudah rapat dengan Menko PMK. Semua kementerian dan lembaga menangani. Jadi imigrasi kami berkoordinasi dengan Kemenkes soal itu," jelas dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Charles Honoris minta pemerintah melakukan pencegahan virus Corona secara sistematis. Salah satunya mencabut visa bebas warga negara China jika berkunjung ke Indonesia.

"Tidak hanya sekadar memperketat pintu masuk bandara, pelabuhan atau menerbitkan travel advice buat WNI, tetapi juga memberlakukan kembali visa kepada WN China yang ingin berkunjung ke Indonesia," ujar Charles, Senin (28/1/2020).

Dia menyebut, dengan pemberlakuan kembali visa kunjungan bagi WN China setelah dibebaskan pada 2015, pemerintah bisa memperketat masuknya warga dari wilayah-wilayah terdampak Corona di China. Seperti dari Kota Wuhan dan sekitarnya secara lebih intensif.

"Tidak sekadar mengandalkan thermo scanner di bandara atau pelabuhan," ucap Charles.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini