Dilarang Merokok dalam Rumah, Hadi Pukul Kepala Ayahnya Pakai Barbel Hingga Tewas

Jumat, 22 Maret 2019 03:04 Reporter : Moch. Andriansyah
Dilarang Merokok dalam Rumah, Hadi Pukul Kepala Ayahnya Pakai Barbel Hingga Tewas Ilustrasi Penganiayaan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang anak di Sidoarjo, Moh Hadi Irwanto (29), warga Medaeng, Kecamatan Waru nekad menghabisi nyawa ayahnya sendiri, Heru Mustofa (71) pada Rabu (20/3) malam. Perbuatan keji itu dilakukan gara-gara dilarang merokok di dalam rumah.

Usai membunuh orangtuanya, pelaku tak melarikan diri. Dia justru memberitahukan warga baru saja menghabisi nyawa sang ayah dengan cara memukul kepalanya dengan barbel.

Mendengar pengakuan pelaku, warga lantas masuk ke dalam rumah dan melihat korban sudah tak bernyawa. Warga segera melapor polisi.

"Pelaku tidak lari saat kami lakukan penangkapan. Pelaku berada di dalam rumah," terang Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro, Kamis (21/3).

Berdasarkan keterangan para saksi di TKP, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. "Saat itu, korban yang merupakan orang tua dari pelaku sendiri menegur pelaku agar tidak merokok di dalam rumah. Mereka tinggal satu rumah," paparnya.

Moh Hadi tak terima ditegur dan dimarahi. Dia naik pitam memukul ayahnya dengan tangan kosong hingga korban tersungkur di lantai ruang tengah rumah mereka.

Dalam kondisi korban yang sudah tak berdaya, pelaku tetap ingin menghajarnya. Dia mengambil barbel dan menghantamkannya ke kepala korban berkali-kali hingga meninggal dunia.

Setelah ayahnya tewas, pelaku mengambil gayung dan menyiram darah korban yang tercecer di lantai. "Selanjutnya tersangka keluar rumah, berteriak ke tetangga bahwa dia habis membunuh ayahnya," ungkapnya lagi.

Saat ini jenazah korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur di Jalan A Yani, Surabaya untuk dilakukan visum.

Pelaku Diduga Sakit Jiwa

Untoro mengungkap, saat melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya, pihaknya juga menemukan surat kuning dari RSJ Menur, Surabaya yang berisi keterangan terkait kejiwaan pelaku.

"Setelah kami periksa, tersangka ini ternyata sudah sering keluar masuk RSJ Menur. Jadi dugaan kami sementara, tersangka ini mengalami gangguan jiwa," ungkap Untoro.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi kejiwaan pelaku. "Tersangka tetap kami lakukan pemeriksaan ulang di Polda Jatim," jelas Untoro. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Penganiayaan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini