Dilaporkan FPI ke Polisi, ini jawaban Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Merdeka.com - Bupati Purwakarta Dedi mulyadi dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, oleh kelompok dari majelis Majhadus Solihin dengan didampingi Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat, pada Senin (30/11). Dedi Mulyadi dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan penistaan agama.
Terkait laporan tersebut, Dedi Mulyadi seolah tak menggubrisnya. Dedi terkesan cuek dan enggan mengomentarinya.
"Nggak usah dikomentari, biarin saja," kata Dedi, Senin malam (30/11), di Purwakarta.
Namun Dedi menegaskan akan kooperatif memenuhi panggilan penyidik dari Polda Jabar, terkait pelaporan Mejelis Majhadus Solihin dan FPI jabar.
"Sebagai warga Negara yang baik, tentu saya akan memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan jika diperlukan," ujar Dedi.
Tetapi Dedi menggaris bawahi, jika di dalam Buku, Kang Dedi Menyapa dan Spirit Budaya, serta kumpulan pidato yang telah dikemas dalam Audio Visual, tidak ada unsur menistakan agama. Justru sebaliknya dia menggambarkan tentang budaya yang bukan hanya berbentuk seni, tapi nilai lokalitas yang mampu membangun kekuatan hidup yang beradab, bernalar kesemestaan, seperti bagaimana melindungi sesama, melindungi alam, dan yang kuat melindungi yang lemah.
"Tidak ada dalam buku maupun video saya menistakan agama," jelas Dedi.
Dedi juga merasa kebingungan, mengingat buku maupun kumpulan pidatonya telah dicetak sejak lama. Namun baru kali ini dipermasalahkan.
"Kenapa baru sekarang dipermasalahkan, karena proses cetaknya sudah beberapa tahun yang lalu dan banyak orang yang memilikinya," pungkas Dedi.
Sebelumnya Dedi Mulyadi dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh Majelis Majhadus Solihin, yang mengatasnamakan Masyarakat Purwakarta dengan didampingi Pimpinan Daerah (FPI) Jabar. Pelaporan dilakukan karena menganggap jika tindak tanduk Dedi Mulyadi yang sering melontarkan pernyataan yang menjurus pada penistaan agama. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya