Dikira Vaksin Covid-19, Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah di Papua sempat Ditolak
Merdeka.com - Pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bagi pelajar di SD Inpres Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua sempat ditolak lantaran beredar isu bahwa kegiatan tersebut merupakan vaksinasi Covid-19.
Pelaksana tugas Puskesmas Kobakma, Yunita Ranni mengatakan, pihaknya mengalami penundaan imunisasi selama sepekan.
"Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) ini sangat sulit kami jalankan di Mamberamo Tengah, karena banyak hoaks," kata Yunita Ranni, Kamis (30/9).
Lanjut Yunita, atas kabar hoaks itu membuat para orang tua siswa khawatir, karena bukan imunisasi yang disuntik namun vaksin Covid-19.
"Kabar hoaks membuat orang tua siswa jadi kwatir, mereka takut bukannya imunisasi yang suntik tapi vaksin Covid-19. Ini kendala awal kami, tapi kami bersyukur Rabu (20/9) kemarin,program BIAS bagi pelajar bisa dilaksanakan di Kobakma," ujar Yunita.
Ia menjelaskan, lewat sosialisasi kepada orang tua, guru, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), kepala kampung, Kepala Distrik Kobakma, akhirnya 41 pelajar di Kobakma bersedia diimunisasi.
"lewat sosialisasi bersama tim kesehatan kepada orang tua dan pelajar di Kobakma, dengan pendekatan kearifan local (bahasa daerah), akhirnya imunisasi BIAS bisa dilakukan," ujar Kepala Distrik Kobakma, Yocko Baminggen.
Sekedar diketahui, selain pemberian imunisasi di SD Inpres Kobakma, juga dilakukan pemeriksaan gigi gratis dan pemberian obat cacing kepada pelajar di Kobakma.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya