Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dikeroyok Pendemo, Polisi di Medan Ditolong Mahasiswa

Dikeroyok Pendemo, Polisi di Medan Ditolong Mahasiswa Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Demo menentang UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang ricuh di Medan, Kamis (8/10), menyisakan cerita. Seorang personel kepolisian yang dikeroyok pendemo justru diselamatkan mahasiswa pengunjuk rasa.

Kejadian ini diakui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. "Benar," sebut Tatan.

Namun, Tatan tidak merinci siapa identitas personel kepolisian yang dikeroyok. Dia juga merinci panjang lebar kronologi peristiwa itu.

Tatan hanya mengatakan, personel kepolisian itu dikeroyok pengunjuk rasa yang tidak mengenakan atribut. Pengeroyokan terjadi di Lapangan Merdeka, Medan.

"Saat melintas dimassa oleh sekelompok massa yang tidak menggunakan atribut. Mahasiswa yang melihat langsung mengamankan anggota kita tersebut," jelasnya.

Seperti diberitakan, demonstrasi menentang UU Cipta Kerja Omnibus Law di DPRD Sumut dan sekitarnya berujung ricuh. Massa bentrok dengan personel kepolisian. Pengunjuk rasa menyerang polisi dengan lemparan, dibalas dengan tembakan gas air mata dan semburan water canon.

Sejumlah pengunjuk rasa dan 7 personel kepolisian terluka. Sejumlah kendaraan dinas polisi juga dirusak dan dibakar.

"Untuk personel yang luka-luka ada tujuh, satu di antaranya Polwan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko kepada wartawan Kamis (8/10) sore.

Selain itu, sejumlah kendaraan dinas milik Polda Sumut dirusak pendemo, yakni bus, mobil sedan, dan minibus. Bahkan salah satu kendaraan dinas polisi dibalikkan dan dibakar di Jalan Sekip Medan. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP