Digelar di Istiqlal, musabaqah se-Asia Pasifik diikuti 17 negara
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menerima Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Pangeran Sultan, Kerajaan Arab Saudi Khalid Bin Abdul Aziz beserta para pengurusnya. Pertemuan ini guna meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam pelaksanaan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits tingkat Asean dan Pasifik.
"Kegiatan keagamaan (Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits) ini memberi makna yang besar bagi Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik sebagai jantung perdamaian dunia," ungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/5).
Lukman menjelaskan, Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits tingkat Asean dan Pasifik kembali digelar di Indonesia tahun ini. Pagelaran tersebut sudah rutin dilakukan dalam tujuh tahun terakhir.
"Pelaksanaan musabaqah yang digelar di Indonesia setiap tahun dan tahun ini adalah kali yang ke-8, tentu merupakan kepercayaan, kehormatan dan lambang persahabatan yang tidak ternilai bagi umat Islam dan bangsa Indonesia," ucap Lukman.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menerangkan, secara umum tujuan pelaksanaan musabaqah adalah guna memberikan motivasi kepada masyarakat di kawasan Asia Pasifik untuk lebih semangat dan mencintai menghafal alquran dan hadits. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai alquran dan hadits dalam praktek kehidupan sehari-hari.
"Musabaqah juga untuk memelihara dan melindungi kemurnian akidah masyarakat Islam dari paham keagamaan yang menyimpang dan ekstrim sekaligus sebagai sarana mempererat persatuan dan kesatuan umat dan bangsa serta mengokohkan jalinan persahabatan antar negara terutama di kawasan Asia Pasifik," sambung Lukman.
Dalam kesempatan ini, Lukman melapor kepada Kepala Negara mengenai jumlah peserta musabaqah hafalan alquran dan hadist tingkat Asia Pasifik tahun 2017. Dia menyebut, sebanyak 96 orang peserta musabaqah terdiri atas 83 orang peserta hafalan quran dan 13 orang peserta hafalan hadits.
"Serta 16 orang official yang datang dari 17 negara. Pelaksanaan musabaqah dilangsungkan di Masjid Istiqlal Jakarta selama 2 hari dari tanggal 2 sampai dengan 3 Mei tahun ini," jelasnya.
Lukman melanjutkan, selain musabaqah tingkat Asia Pasifik, setiap tahun juga dilaksanakan musabaqah hafalan alquran dan hadist pangeran Sultan bin Abdulaziz Al-saud Rohimakumullah tingkat nasional. Musabaqah hafalan alquran dan hadist pangeran Sultan bin Abdulaziz Al-saud Rohimakumullah tingkat nasional tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-9.
"Satu hal yang membanggakan kita semua bahwa minat peserta yang mengikuti musabaqah selalu meningkat dari tahun ke tahun dan tahun ini untuk yang pertama kali ada peserta perempuan," kata Lukman.
Lukman menuturkan, pelaksanaan musabaqah patut disyukuri karena kegiatan ini menandakan ada dampak positif bagi umat serta mengandung makna yang penting dalam konteks memperkuat hubungan antar bangsa. Menurut Lukman, musabaqah juga menunjukkan bawah umat Islam tidak hanya besar dalam kuantitas tapi juga besar dalam kualitas dan perannya bagi terwujudnya perdamaian dan peradaban dunia yang terus membaik.
"Oleh karena itu, dalam kesempatan ini perkenankan kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas kerjasama yang terjalin baik selama ini, kiranya kerjasama ini akan terus terjalin dan semakin berkembang dalam bidang-bidang lainnya untuk kemajuan umat dan bangsa ke depan," pungkas Lukman.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya