Difabel Daksa Akan Maju Bakal Cabup dari PDIP Jember

Selasa, 10 September 2019 23:48 Reporter : Muhammad Permana
Difabel Daksa Akan Maju Bakal Cabup dari PDIP Jember Difabel Daksa Akan Maju Bakal Cabup dari PDIP Jember. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Pemilihan Bupati (Pilbup) di Jember baru akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang. Namun, suhu politik di Jember telah mulai menghangat saat ini. PDIP menjadi partai pertama yang membuka pendaftaran bakal calon bupati-wabup secara terbuka. PDIP merupakan pemilik kursi terbesar kedua di DPRD Jember, yakni 7 kursi, setara dengan Gerindra.

Beberapa nama telah mendaftar ke PDIP Jember sejak akhir pekan lalu. Mulai dari kepala dinas, mantan ketua KPU hingga pengusaha. Tak ketinggalan, aktivis difabel Jember, Kusbandono, juga ikut mendaftar sebagai bakal calon Bupati Jember.

Ditemani seorang sahabatnya, Kusbandono mendatangi kantor DPC PDIP Jember untuk mengambil formulir pendaftaran. Mantan aktivis PMII Unej ini ditemui langsung oleh Lukman Winarno, juru bicara tim penjaringan bacabup PDIP Jember.

"Selama ini, isu disabilitas hanya jadi dagangan politik semata, belum ada tindakan konkret untuk pemenuhan hidup yang layak," ujar Kusbandono saat ditanya alasannya mendaftar sebagai bacabup dari PDIP.

Bersaing dengan beberapa nama beken, Kusbandono mengaku optimistis. "Saya mengusung inklusifitas dalam berbagai layanan publik bagi semua golongan masyarakat," tegas pria yang selama ini gencar mengadvokasi isu disabilitas di Jember.

Kusbandono yang juga difabel Daksa ini mengakui, minim pengalaman politik praktis. Ia juga membantah pencalonannya ini sekedar untuk mencari sensasi belaka.

"Buktinya saya bersama-sama difabel Jember lainnya mampu mendorong lahirnya Perda dan Perbup disabilitas di Jember. Bahkan saya sendiri yang jadi ketua tim perumus perbupnya," ujar pria yang juga aktivis Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember ini. Sebelumnya, Kusbandono belum pernah mensosialisasikan seputar rencananya akan maju dalam Pilbup di Jember.

Kusbandono mengaku cukup percaya diri akan didukung oleh rekan-rekannya. "Berdasarkan data BPS tahun 2010, jumlah difabel di Jember mencapai 27 ribu orang. Itu sudah modal dasar yang cukup bagi saya. Belum lagi kekuatan jaringan saya yang lain," papar Kusbandono.

Sejak dibuka pada Kamis (5/9) lalu, sejumlah nama beken telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati Jember melalui PDIP. Diantaranya adalah Hendy Siswanto (pengusaha fashion), Abdussalam (pengusaha properti), Achmad Anis (mantan Ketua KPU Jember), M. Rasyid Zakaria (Kepala BPBD Jember) serta Eko Heru Sunarso (Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip). Sebagian diantara nama-nama tersebut telah memasang baliho atau alat peraga yang menunjukkan akan maju dalam Pilbup Jember 2020. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini