Diduga Keracunan Menu MBG, Ratusan Siswa SD hingga SMA di Banggai Kepulauan Dilarikan ke RS
Bahkan dalam video yang viral menunjukkan seorang siswi kejang-kejang.
Viral video ratusan siswa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Trikora Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan diduga akibat keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan dalam video tersebut menunjukkan seorang siswi kejang-kejang.
Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Rusli Moidady turun langsung meninjau para siswa yang keracunan diduga usai mengonsumsi MBG di RSUD Trikora Salakan. Rusli menyebut ada 157 siswa yang dirawat di RSUD Trikora Salakan.
"Kami menyampaikan bahwa saat ini di RSUD Trikora telah dirawat lebih kurang 157 siswa," ujarnya, Kamis (17/9).
Rusli menyampaikan semua dokter dan tenaga kesehatan telah dikerahkan untuk menangani ratusan siswa. Setelah mendapatkan perawatan, kata Rusli, ada 80 orang siswa yang kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang.
"Alhamdulillah dari 157 siswa dan siswi ini, 80-an orang telah kembali dan dinyatakan telah pulih kembali dan sebagian dari itu ada (77 siswa) masih dalam perawatan dirawat di rumah sakit," ungkapnya.
"Sampai dengan saat ini tidak ada yang dinyatakan kritis. Kami juga akan melakukan observasi atau pemulihan selama 1×24 jam, dan jika tidak terdapat gejala-gejala alergi maka akan dikembalikan atau dipulangkan," imbuhnya.
Ia menyebut ratusan siswa yang keracunan berasal dari SDN Inpres Tompudau, SMP Negeri 1 Tinangkung, SMA Negeri 1 Tinangkung, SMK Negeri 1 Tinangkung,
"Anak-anak ini diduga telah mengkonsumsi makanan yang kemudian membuat anak-anak ini mengalami alergi dan saat ini sedang dirawat di RSUD Trikora," ucap Rusli.
Sementara itu, penanggung jawab program MBG yang dikelola oleh VIC MBG, Zulkifli Lamiju mengaku tidak ada unsur kesengajaan dalam penyajian makanan. Zulkifli juga menyatakan bahwa staf lapangan seperti ahli gizi dan asisten lapangan telah diarahkan untuk memprioritaskan penanganan siswa yang terdampak.
"Kejadian ini benar-benar di luar kemampuan kami sebagai pengelola dan penanggung jawab. Kami sangat menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, terutama kepada para siswa dan orangtua," ucap Zulkifli.
Pihak Kepolisian Resor Banggai Kepulauan telah melakukan penyidikan awal, termasuk pengambilan sampel makanan untuk menyelidiki kemungkinan adanya kontaminasi mikroba maupun bahan kimia berbahaya. Sampel tersebut kemudian dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Tengah di Kota Palu untuk dilakukan uji laboratorium.