Dianiaya Sambil Live Medsos, Siswi di Depok Mengaku Diancam Pelaku, Dipukuli hingga Lehernya Diinjak
Saat dipukuli, temannya yang lain melakukan live di sosial media hingga ditonton sekitar 500 orang.
OZ (15) siswi SMP di Depok yang menjadi korban bully mengatakan, saat kejadian dia ditampar, diinjak dan ditonjok oleh teman-temannya. Ada dua orang yang memukulnya yaitu C dan F. Saat dipukuli, temannya yang lain melakukan live di medsos hingga ditonton sekitar 500 orang.
“Ditonjok mungkin sama diinjek. Leher belakang. Dua orang, sama satu orang lagi itu yang nge-live,” katanya, Rabu (9/7).
OZ juga mendapat intimidasi. Hingga akhirnya OZ menemui C untuk berbicara baik-baik.
“Kalau lu nggak nemuin gua malam ini gua bakal bikin lu lebih malu daripada ini gitu katanya. Gua nggak mau tahu ya, gua bakal bikin hidup lu hancur dan lu enggak pantes bahagia kata si C. Dan kayak ngancem aku ini itu, kayak temuin gua sekarang kalau misalnya lu nggak temuin lu bakal gua kejar-kejar terus mau lu dimanapun lu berada di situ ada gua katanya gitu," ujarnya menceritakan ancaman pelaku.
Awal Mula Kasus Terbongkar
Kasus ini viral di sosial media dan mendapat sorotan banyak kalangan, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (5/7) malam. Namun orang tua OZ baru tahu kejadian ini pada keesokan harinya.
RA, orang tua OZ mengatakan, pada Minggu (6/7) pagi dia dihubungi oleh petugas dari Polres Metro Depok. Petugas menanyakan apakah dirinya sudah melihat video anaknya. RA pun makin bingung dan kemudian meminta petugas untuk mengirimkan video tersebut padanya. Setelah itu RA pun syok melihat video tersebut.
“Pas itu saya paginya, hari Minggu paginya saya ditelpon sama Bripda Arfan Syarif gitu kan Polres Depok juga gitu kan. Saya ditelpon, selamat pagi ibu, iya ini saya Arfan gitu kanz ibu udah liat belum video anaknya? Kata dia gitu. Belum Mas, ya udah tolong kirimin videonya, saya bilang gitu kan. Dikirimin saya lihat ternyata videonya ya begitu, anak saya diinjak kepalanya, ditampar kayak gitu, dipukul,” katanya.
Dia kemudian menghubungi pelaku yang sempat meminta maaf sebelumnya. Namun RA saat itu tidak terlalu paham maksud permintaan maaf tersebut sampai akhirnya dia melihat video tersebut.
“Terus saya langsung WA ke si pelakunya ini, gitu. Tadinya kan dia memang sudah minta maaf, minta maaf cuma kan saya belum liat isi videonya. Saya bilang kenapa ini masalahnya nggak diomongin bertiga? Ini kan masalah sepele, saya bilang gitu kan,” ungkapnya.
RA pun kesal kepada pelaku karena memperlakukan anaknya sangat kejam. RA naik pitam kepada para pelaku karena telah mempermalukan OZ di sosial media.
“Ini kan bukan masalah rumah tangga ya? Saya bilang gitu, namanya anak-anak remaja, saya bilang gitu. Ternyata kalau hasil videonya seperti ini saya nggak terima anak saya dibikin kayak binatang sama kalian. Kamu mempermalukan anak saya, saya bilang begitu ke si pelakunya ini, si C yang nampar tuh. Siapapun terlepas dari benar atau salah anak saya, kamu nggak berhak menghakimi anak saya seperti itu, kayak binatang anak saya, diinjak, dipukul, saya bilang begitu,” tegasnya.
RA pun tidak berani memberitahu kejadian ini pada keluarganya, terutama orang tuanya. Karena orang tuanya mengalami sakit jantung.
“Karena anak saya ini juga, karena berhubung saya tinggal sama orang tua orang tua saya lagi sakit keras, sakit jantung, saya gak berani, justru saya taunya ini dari polisinya langsung dari Mas Arfan ini yang bantu saya,” pungkasnya. Nur Fauziah