Dianggap sebarkan berita bohong, eks jubir HTI dipolisikan

Kamis, 25 Oktober 2018 19:42 Reporter : Nur Habibie
Dianggap sebarkan berita bohong, eks jubir HTI dipolisikan Gedung Bareskrim Mabes Polri. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) menyambangi melaporkan mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yustanto, yang dianggap menyebarkan berita bohong. Menurut mereka, Ismal menyatakan kebohongan lantaran mengatakan HTI tak punya bendera.

"Kebohongannya itu karena dia mengatakan enggak ada bendera HTI, tetapi faktanya bahwa bendera HTI itu ada. Beliau menyebarkan lewat Twitter bahwa bendera HTI itu enggak ada tetapi faktanya itu ada. Bendera HTI itu kan sudah menyebar di seluruh Indonesia," kata Ketua Tim Advokasi FUIR Rivai Sabon Mehen di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

Ia pun menekankan, kalau bendera HTI itu memang ada dan nyata. Ia pun menganggap apa yang disampaikan oleh Ismail adalah bohong.

"Jadi intinya kita datang melaporkan beliau karena beliau menyebarkan kebohongan. Ya jadi memang bendera HTI kan faktanya ada," ucapnya.

Rivai mengaku, melaporkan Ismail hanya untuk mengingatkan saja. Rivai juga ingin menyampaikan terhadap Ismail melalui laporan yang ia buat bahwa apa yang sudah disampaikan mantan jubir HTI adalah bohong.

"Sebagai umat Islam saling mengingatkan saja tidak ada kebencian terhadap beliau, kemudian kita datang untuk mengingatkan beliau kalau itu kebohongan," ujarnya.

Ismail dilaporkan dengan nomor laporan polisi LP/B/1369/X/2018/Bareskrim tanggal 25 Oktober 2018. Ismail dilaporkan dengan tindak pidana konflik suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), TIDAK DIKETAHUI, 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

"Kita bawa bukti foto bendera HTI, bukti berita ucapan Ismail dan video ketika dia mengucapkan bendera itu enggak ada," tuturnya. [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini