Di Serang trotoar jadi tempat dugem, banyak cewek berbaju seksi
Merdeka.com - Di saat di sejumlah daerah trotoar di jadikan lapak pedagang kaki lima (PKL), berbeda dengan yang terjadi di Kota Serang. Trotoar dijadikan tempat dugem, setidaknya dijadikan sebagai tempat nongkrong yang ditemani dengan alunan sangat keras house musik yang biasanya diputar di club malam.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, Pemandangan itu terjadi di trotoar jalan Veteran, Kota Serang, tepat di depan pendopo Bupati Serang dan Pendopo Gubernur Banten, tiap malamnya ramai dijadikan tempat dugem tak terkecuali malam Jumat. Lapak–lapak dugem yang menyediakan rokok khas mesir shisa dikunjungi oleh sebagian besar merupakan kaum muda-mudi asal kota serang.
Wanita-wanita dengan pakaian seksi menjadi pemandangan di setiap lapak-lapak dugem tersebut. Tak jarang para pengunjung dengan bebas menenggak minuman keras yang dibawanya ke lapak-lapak dugem tersebut.
"Musik itu dari lapak-lapak yang nyewain shisa Mas," kata Asep seorang penjual rokok asongan yang biasa mangkal di alun-alun Barat Kota Serang.
Menanggapi hal tersebut ketua NU Kota Serang Kyai Matin Syarkowi mengatakan hal tersebut merupakan bentuk ketidaktegasan pemerintah dalam menertibkan Kota. "itu bentuk pemerintah tidak tegas. Peraturan sudah jelas ada, tapi tidak ditertibkan" kata Matin Syarkowi.
Matin mendesak pemerintah Kota Serang agar segera menindak dan menertibkan kesemerautan di alun-alun tersebut sebelum berdampak lebih buruk lagi pada masyarakat. "Pemerintah harus tegas, segera harus ada tindakan sebelum makin berkembang,"kata Matin. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya