Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Mahkamah Konstitusi, Patrialis bermasalah dan sering diperiksa

Di Mahkamah Konstitusi, Patrialis bermasalah dan sering diperiksa Konpers MK terkait penangkapan Akil Mochtar. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima suap. Sepak terjang Patrialis di Mahkamah Konstitusi (MK) disebut-sebut sering bermasalah.

Ketua dewan etik MK, Abdul Mukhtie mengatakan Patrialis sering mendapat teguran dari dewan etik. Mulai dari kinerjanya sebagai hakim konstitusi sampai etikanya dalam berbicara.

"Beliau sering dipanggil, beliau hakim konstitusi yang sering diperiksa terkait kasus Pilkada, terkait kasus tidak menjalankan mengabaikan tugas tugas pokoknya terkait dengan statement-statementnya," ujar Abdul di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (26/1).

Tidak hanya itu, Abdul juga menyebut Patrialis pernah diperiksa dewan etik MK soal dugaan menerima suap. Namun pihak yang melaporkan Patrialis berasal dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) fiktif.

"Suap kita pernah periksa juga. Tapi pihak yang memberitakan masyarakat peduli mahkamah konstitusi MK watch ternyata itu abal-abal. Kami undang enggak pernah datang alamatnya juga enggak pernah jelas kami tanyakan langsung saat pelaporan Pilkada Muna juga tidah menahu," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengkonfirmasi perihal kasus yang menjerat Patrialis. MK sendiri masih menunggu konfirmasi dari KPK untuk menentukan langkah tegas.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP