Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Jateng, dua balita terserang difteri

Di Jateng, dua balita terserang difteri ilustrasi rumah sakit. Shutterstock/sfam_photo

Merdeka.com - Dua orang anak masing-masing di Kota Semarang dan Kabupaten Karanganyar dinyatakan positif mengidap difteri. Mereka masih balita sehingga langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan kondisi kedua anak tersebut sudah sembuh. "Di Jawa Tengah terjadi kasus positif difteri pada seorang balita di Semarang pada September dan seorang balita di Karanganyar pada Oktober," jelasnya, Rabu (6/12).

Setelah ada dua kejadian tersebut, lanjutnya, Dinkes Jateng langsung melakukan pemerataan imunisasi. "Setelah itu tidak ada laporan difteri lagi. Harapannya masyarakat turut berperan serta untuk penanggulangan penyakit difteri dengan mendorong semua balita untuk mendapatkan imunisasi," ujar Yulianto.

Terpisah, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Jateng, Dokter Tatik Muharyati, mengaku menerima 10 laporan terkait difteri. Namun, berdasarkan hasil laboratorium, dua laporan dinyatakan positif sedangkan sisanya dinyatakan negatif difteri.

"Temuan kita sampai saat ini dicurugai ada 10 kasus. Kita konfirmasi ke laboratorium, dua dinyatakan positif," ungkapnya.

Menurut Tatik, temuan kasus difteri di Jateng cenderung meningkat di banding tahun lalu. Namun dia menyatakan Dinkes sudah melakukan upaya pencegahan agar kasus difteri tidak menyebar. Meski begitu, potensi kasus difteri disebut bisa terjadi di 35 kabupaten dan kota di Jateng.

Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium Diphtheriae. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak dan lemas. Dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP