Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Bali, Mayang dikenal sering santuni sejumlah panti asuhan

Di Bali, Mayang dikenal sering santuni sejumlah panti asuhan Mayang Prasetyo. ©facebook.com

Merdeka.com - Semua rekan-rekan Mayang Prasetyo, transgender yang dilaporkan tewas dimutilasi dan dimasak tubuhnya oleh suaminya, masih tidak percaya kalau orang yang dikenalnya dua tahun lalu tersebut di Bali, tewas dengan cara yang sangat tragis.

Salah seorang sahabat Mayang mengatakan bahwa semasa hidupnya, Mayang dikenal sebagai orang yang sangat dermawan dan suka mengajar anak-anak panti asuhan.

Mayang Prasetyo alias Febri Andrianysah (27), ternyata juga punya sahabat yang hingga menjelang ajalnya, masih tetap kontak. Salah satunya adalah Aldi nama samaran orang kepercayaan Mayang di Bali. Kepada Merdeka.com, Aldi menceritakan seluruh sifat dan karakter Mayang selama di Bali.

"Dia anak yang patuh terhadap orangtua walau katanya keluarganya membencinya. Bahkan dia pintar ngaji, makanya sering dia ke panti asuhan di Monang-Maning Denpasar, untuk ngajar kalau ada hari luang," Kenang Aldi, saat berbincang denga merdeka.com di Jalan Dewi Sri Kuta, Bali, Rabu (8/10).

Saat berbicara mengenai kehidupan Mayang, Aldi mengatakan bahwa Mayang alias Febri ini dikenal sebagai orang yang royal terutama kepada anak-anak yatim piatu di panti asuhan dan orang susah. "Kalau dia ada rejeki lebih, dia selalu memberikan sumbangan seperti sembako dan uang, terakhir kali dia memberikan sumbangan membawa sembako se-mobil dan uang sekitar Rp 20 juta," kata Aldi.

Menurutnya, meskipun Mayang seorang transgender, tapi persoalan untuk amal dia tidak pernah lupa. "Dia pernah bilang begini, saya kan orangnya begini apakah amal saya akan diterima oleh Tuhan? yang saat itu dijawab oleh istri saya, 'pasti dicatat oleh Tuhan' dia tidak hanya menyumbang di panti asuhan saja, tetapi Mayang ini juga sering memberikan uang kepada anak-anak," ujarnya.

Aldi mengaku sudah mengenal Mayang sejak tahun 2009 silam, dulu Mayang sempat kos di depan warung Aldi. Mulai dari situlah bapak satu anak ini mengenal Mayang dan menjadi orang kepercayaanya. Dia mengaku mengetahui kalau Mayang sudah meninggal dari teman Mayang dan saat itu juga Aldi mengkroscek di beberapa media online dan di youtube mengenai kabar meninggalnya Mayang.

"Terakhir dia menelpon saya sekitar satu mingguan sebelum dia meninggal, waktu itu saya tidak ada firasat apapun kalau akhirnya dia meninggal. saya sempat menghubungi dia lewat BBM tapi BBM saya tidak masuk," kata Aldi didampingi istrinya yang bernama Aspi.

Aspi sendiri merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Mayang senada dengan Aldi, Aspi mengaku bahwa Mayang sangat baik, tidak hanya kepada teman sejawatnya, tetapi juga sama orang yang tidak dikenal pun dia selalu berperilaku baik.

"Mayang ini sangat baik, orangnya tidak sombong. Selama ini dia sering ngasih bantuan ke panti asuhan pun tidak pernah bilang ke siapa-siapa, hanya bapak, saya dan dia yang tahu," ceritanya sambil meneteskan air mata.

Wanita asal Banyuwangi ini mengaku sudah menganggap Mayang seperti anaknya sendiri.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP