Dewan Pengawas KPK Ogah Ikut Campur Pencarian Harun Masiku

Senin, 27 Januari 2020 11:15 Reporter : Ahda Bayhaqi
Dewan Pengawas KPK Ogah Ikut Campur Pencarian Harun Masiku Tumpak pangabean. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Dewan Pengawas KPK lepas tangan dalam pencarian tersangka penyuap anggota KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku. Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyatakan tidak ikut campur.

"Kami tidak mencampuri," kata Tumpak di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1).

Tumpak mengatakan, kewenangan pencarian tersangka berada di pimpinan KPK. Dia enggan menanggapi pencarian Harun lebih lanjut.

"Tanya saja sama pimpinan ya, bagaimana prosedur pencarian dan sebagainya itu ranah pimpinan," kata dia.

1 dari 2 halaman

Sebelumnya, Ketua KPK Komjen Firli Bahuri menegaskan pihaknya terus mencari keberadaan politikus PDIP Harun Masiku (HM) yang buron pasca-ditetapkan sebagai tersangka suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Upaya mencari dan menangkap HM terus dilakukan," ujar Firli, Rabu (22/1).

Firli mengaku hingga kini masih terus memburu calon legislatif (caleg) PDIP dapil 1 Sumatera Selatan itu. Firli menegaskan, saat dirinya mengetahui keberadaan Harun, maka akan langsung dia tangkap.

"Kalau tahu tentang keberadaan tersangka, pasti saya tangkap. KPK tegas terhadap kasus tersangka. Siapapun yang tahu tempat dan keberadaan tersangka kasih tahu saya, saya tangkap," kata Firli.

Firli menegaskan, belum tertangkapnya Harun tak menjadi kendala bagi penyidiknya untuk mengembangkan perkara dan menemukan pihak lain yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Penyidikan tetap berjalan. Proses pemanggilan saksi-saksi juga masih berlangsung," kata Firli.

2 dari 2 halaman

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta. [rnd]

Baca juga:
KPK Sisir Wilayah Terindikasi Tempat Persembunyian Harun Masiku: Belum Tertangkap
KPK Mulai Kehilangan Taji
KPK Pastikan Buru Politikus PDIP Harun Masiku
KPK Bantah Pernyataan Hasto Kristiyanto Soal Harun Masiku Korban
DPR ke KPK: Tolong Harun Masiku Jangan Disembunyikan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini