Detik-Detik Menegangkan Petugas Damkar Lepaskan Kaleng Biskuit dari Kepala Balita, Begini Kronologi Awalnya
Peristiwa itu terjadi kepada balita perempuan bernama Nazwa di Jalan Ikan Kapasan, Gang Sanjung, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) kota Bandar Lampung membantu seorang balita berusia 2,5 tahun yang kepalanya terjepit pada kaleng biskuit. Peristiwa itu terjadi kepada balita perempuan bernama Nazwa di Jalan Ikan Kapasan, Gang Sanjung, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung pada Minggu (20/7).
Berdasarkan video yang diterima merdeka.com, tampak terlihat sejumlah petugas tengah membantu Nazwa yang saat itu pun tengah digendong sang ibu.
Kabid Penyelamatan Damkarmat Kota Bandar Lampung, Krisna Laksamana mengatakan, petugas Damkarmat menerima laporan pada pukul 13.26 WIB.
"Benar, kami menerima laporan dari warga yang meminta bantuan ke kami karena adanya kaleng yang tersangkut di kepala seorang balita," kata Krisna, Senin (21/7).
Anggota Damkarnat langsung datang ke lokasi untuk membantu balita tersebut agar terlepas kaleng setelah mendengar laporan tersebut.
"Dan alhamdulillah kaleng berhasil dilepas setelah proses kurang lebih satu jam dengan menggunakan alat-alat. Dan prosesnya hati-hati agar tidak melukai balita tersebut," ujar Krisna.
Sementara itu, Komandan Regu (Danru) Penyelamatan Damkarmat Kota Bandar Lampung Dedi Chandra mengatakan kaleng tersebut menyangkut di kepala balita Bernama Nazwa saat bermain.
"Dari penjelasan orang tuanya, kaleng itu terjepit saat dia bermain. Kemungkinan anak ini penasaran karena memang dia tidak tahu, terus dia masukan kaleng tersebut ke kepalanya hingga akhirnya tersangkut," kata Dedi.
Dedi juga menjelaskan petugas Damkarmat sempat mengalami kesulitan karena balita itu terus menangis saat proses pelepasan kaleng tersebut.
"Ada kesulitan, jadi anak ini terus menangis karena memang kan masih kecil mungkin sakit ataupun panik takut ya hingga tadi tim lumayan kesulitan untuk membujuk supaya tidak terus meronta dan menangis," kata dia.
Atas peristiwa tersebut, Dedi mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama saat bermain.
"Sebagai orang tua, penting untuk terus mengawasi seluruh aktivitas anak terutama saat bermain, guna menghindari kejadian serupa," tandas Dedi.