Deteksi kelompok radikal, polisi data identitas warga Labuan Bajo
Merdeka.com - Kabupaten Manggarai Barat merupakan pintu masuk dan juga sebagai tempat masuk wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sebagai salah satu daerah destinasi baru di wilayah Nusa Tenggara Timur, wilayah ini sangat rawan masuknya kelompok radikal. Guna mengantisipasi hal tersebut, aparat kepolisian memperketat keluar masuknya orang baru di daerah itu.
Kabid humas Polda NTT, AKBP Abraham Jules Abast kepada merdeka.com mengatakan, jelang perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah kepolisian akan terus melakukan pendataan baru bagi warga di Labuan Bajo, sebagai daerah dengan kunjungan wisatawan terbanyak di wilayah NTT.
Kegiatan ini juga karena menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1438 H sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat yang merayakan.
"Bhabinkamtibmas Labuan Bajo turun langsung dan mendata identitas pemilik penginapan, identitas tamu, penghuni kos-kosan, serta rumah singgah," ujar Jules, Selasa (20/6).
Menurutnya, kegiatan ini dilakukan guna memberi rasa nyaman bagi warga setempat, khususnya bagi warga yang ingin merayakan hari raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
"Penghuni rumah kos dan kontrakan didata agar dapat dideteksi dini dan mencegah sedini mungkin masuk nya kelompok Radikal di NTT," tambah Jules. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya