Depresi dipisahkan dari anak dan istri, Asriadi bunuh diri di sungai
Merdeka.com - Asriadi (31), warga Kampung Batumbuk, kecamatan Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, ditemukan tewas bunuh diri dengan tali terjerat di lehernya. Motif Asriadi bunuh diri dipicu masalah keluarga lantaran harus dipisahkan dengan anak dan istrinya yang dipulangkan ke Sulawesi.
Jasad Asriadi, ditemukan mengambang oleh warga yang sedang memancing di Sungai Kampung Batumbuk, Selasa (7/11) sore kemarin. Korban sebelumnya dilaporkan hilang, lantaran sehari sebelumnya, pergi pamit untuk memancing dan tidak pulang ke rumah.
"Ceceran oli di sungai, bikin warga curiga dan menelusuri asal ceceran oli. Tidak lama, ditemukan jasad mengambang, yang diketahui adalah Asriadi," kata Kapolsek Derawan Iptu Koko Djumarko, dikonfirmasi, Rabu (8/11).
Saat ditemukan, jasad Asriadi dalam posisi leher terikat tali dengan mesin perahu korban. Dugaan sementara Asriadi bunuh diri dengan mengikat tali di leher lalu menceburkan ke sungai.
Oleh warga dan kepolisian, jenazahnya kemudian dievakuasi. Dari penyelidikan sejak pagi tadi sampai siang ini, dugaan bunuh diri diperkuat dengan keterangan anggota keluarganya dan aparat kampung setempat.
"Dari keterangan kepala kampung, korban punya masalah keluarga. Korban ini, dipisahkan dengan anak istrinya, oleh orangtuanya sendiri. Masalah keluarga seperti apa, tidak sejauh itu ya," sebut Koko.
Di tengah masalah keluarga yang membelit, korban semakin depresi, lantaran istri dan anaknya kemudian dipulangkan oleh orangtuanya, ke Sulawesi.
"Jadi, korban ini diduga merasa malu, dan sedih, hidup di kampung (sendiri tidak ada istri dan anaknya)," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya