Depot kayu terbakar, pemilik luka bakar di tangan, kerugian Rp 20 M
Merdeka.com - Api berkobar menghanguskan ratusan kubik kayu di gudang milik Haji Syukur (55) di Palembang. Peristiwa membuat Syukur merugi Rp 20 miliar.
Tak hanya itu, seorang warga terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit karena terjatuh saat berusaha memadamkan api.
Pemilik depot, Haji Syukur, mengaku tidak mengetahui persis kronologis kebakaran. Saat itu, dirinya masih di pasar dan dihubungi karyawannya jika depotnya telah terbakar.
"Kata karyawan saya tadinya listrik padam, waktu hidup ada yang meledak, langsung ada api, nyambar ke kayu dan membesar," ungkap Haji Syukur, Selasa (8/11).
Saat api mulai membesar, kata Haji Syukur, dirinya memberanikan diri masuk ke depotnya untuk mengambil dokumen penting. Tangannya mengalami luka bakar karena terkena percikan api.
"Nekat saja masuk waktu api makin besar, Alhamdulillah dapat dokumen-dokumen penting, tapi masih banyak lagi yang tak sempat diambil," ujarnya.
Akibat musibah itu, Haji Syukur mengalami kerugian sebesar Rp 20 miliar. Sebab, api melalap ratusan kubik kayu berbagai jenis, seperti meranti, merawan, dan lainnya.
"Saya mulai usaha tahun 90-an, tidak begitu tahu berapa kubik, ada ratusan. Bisa jadi ada Rp 20 miliar kerugiannya," kata dia.
Diketahui, depot kayu yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang, itu terbakar, Selasa (8/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Warga sempat meneriaki petugas pemadam kebakaran karena terlambat tiba ke lokasi.
Selain depot milik Haji Syukur, dua bangunan lain terdiri dari bengkel dan rumah warga yang berada di sampingnya ikut hangus terbakar. Hingga berita ini diturunkan, api belum berhasil dijinakkan petugas.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya