Depok Night Parade akan diramaikan pentas kolosal sejarah Kota Depok
Merdeka.com - Pentas drama kolosal Opera Depok akan mewarnai pagelaran Depok Night Parade (DNP) nanti malam. Opera yang mengangkat sejarah Kota Depok itu, akan dipentaskan sekitar pukul 18.30 WIB.
Pertunjukan yang disutradarai Asrizal Nur yang merupakan budayawan kondang. Sedangkan ide cerita dari Ketua Umum Dewan Kesenian Depok (DKD) Nuroji yang juga seorang budayawan Depok.
"Kami mengangkat sejarah Kota Depok agar warga Depok tidak lupa akan sejarah kotanya. Apalagi, yang menonton Depok Night Parade itu tak hanya dari Kota Depok," kata Nuroji.
Pertunjukan berdurasi 35 menit. Isi ceritanya tentang perjalanan Kota Depok dari pertengahan abad 16 saat ditemukannya Gong (Gong Si Bolong) yang merupakan ikon Kota Depok tertua hingga Depok menjadi Kota Otonom dengan wali kota otonom pertama Badrul Kamal.
Dalam pertunjukan akan ditampilkan peran penting para tokoh dalam sejarah Kota Depok seperti Mat Depok, Margonda, Thole Iskandar dan JW Karundeng.
"Nanti juga akan diceritakan bagaimana seorang pejabat tinggi VOC, Cornelis Chastelein membeli tanah yang luas di Kota Depok pada akhir abad 17," tandasnya.
Sebagai gambaran, akan dikisahkan pula bagian bagaimana terbentuknya nama-nama daerah, antara lain Pondok Cina. Drama Kolosal ini didukung hampir 100 orang yang tergabung di beberapa komunitas.
"Antara lain Betawi Ngumpul, Sanggar Larasati, Sanggar Kinang Putra, Rumah Seni Asnur, Forum Pembauaran Kebangsaan (FPK), Sekolah Master dan ibu-ibu yang tergabung dalam PIRA (Perempuan Indonesia Raya)," ungkapnya.
Ketua Harian Dewan Kesenian Depok, Asrizal menambahkan sudah saatnya Depok memperbanyak acara-acara kolosal, spektakuler dan bergizi yang melibatkan masyarakat sebagai pemain bukan sekedar penonton. Sehingga kegiatan-kegiatan ini benar menjadi gerakan kebudayaan di Kota Depok.
"Opera Depok diselengarakan tanda bantuan dana sepeser pun dari Pemkot Depok," kata Asrizal.
Diharapkan pertunjukan ini dapat menggugah pemerintah untuk peduli pada budaya dan memperhatikan kreativitas seniman. Kualitas pemainnya kata dia tidak diragukan lagi. Kendati hanya berlatih maraton selama lim hari diyakini dapat menyajikan drama yang bagus.
"Kota Depok memiliki jumlah seniman nasional terbesar nomor empat di Indonesia setelah Jakarta, Yogyakarta, Bali dan Bandung," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya