Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Dengan Pancasila Perbedaan Dapat Bersatu Dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika'

'Dengan Pancasila Perbedaan Dapat Bersatu Dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika' pancasila. ©2014 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Keberagaman seharusnya tidak menjadi masalah yang dapat memecah belah keutuhan masyarakat. Dengan berpegangan pada Pancasila perbedaan menjadi satu kewajaran. Untuk itu ideologi Pancasila menjadi harga mati bagi bangsa Indonesia.

"Dengan Pancasila semua perbedaan, seperti aliran dan agama dapat bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," kata Ketua Umum Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional (FBN), Ridwan Muhammad Yusuf dalam keterangannya, Minggu (19/7).

Ridwan melihat ada kelompok yang menyebar kebencian untuk membuat gaduh suasaba. Untuk itu perlu adanya upaya bersama dari para tokoh agama maupun tokoh masyarakat membuat masyarakat menjadi tetap rukun menjaga persatuan dan kedamaian serta tidak mudah terprovokasi.

"Karena kalau kebencian ini dibiarkan, tentu bisa membuat hati menjadi saling tidak suka satu sama lain yang kemudian menimbulkan kemarahan. Tokoh-tokoh ini harus bisa membuat masyarakat atau umatnya untuk selalu menjaga perdamaian," tutur Ridwan.

Oleh karena itu, menurutnya, seluruh lapisan masyarakat untuk melawan kebencian dengan rasa cinta dan kasih sayang antar-sesama umat manusia.

"Kebencian itu harus kita lawan dengan rasa cinta, dengan kasih sayang. Kita berikan pengertian kepada mereka bahwa setiap orang itu punya hak untuk hidup bahagia," ungkapnya.

Ridwan menyampaikan, jangan lagi para tokoh agama maupun tokoh masyarakat egois karena ini kepentingan bersama yang harus dijaga demi kemanusiaan. Karena para tokoh tersebut punya peran untuk menyatukan dan menyelamatkan para umat.

"Para tokoh agama dharus menyelamatkan umat, umat siapapun, agama apapun kita harus jaga kemanusiaan yang ada. Lambang-lambang kecintaan dan kebersamaan harus terus dibangun dan disebarkan dalam setiap ceramah-ceramah," jelasnya.

Terakhir, Ridwan mengingatkan agar pemerintah juga tidak lupa untuk merangkul semua pihak, termasuk seluruh semua elemen masyarakat untuk diajak berdialog dan bersama-sama mencari solusi permasalahan bangsa, jangan malah memusuhi tokoh-tokoh masyarakat ataupun ulama.

"Rangkul mereka, ajak dialog, ajak berbicara, sehingga mereka bisa mengajak seluruh masyarakat untuk bisa dingin hati, berpikir cerdas, kemudian bersama-sama mencari solusi agar semuanya bisa damai dan bahagia," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP