Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo semen Rembang, massa pro dan kontra 'perang payung'

Demo semen Rembang, massa pro dan kontra 'perang payung' Demo perang payung semen Rembang. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Demo 'perang payung' mewarnai aksi pro (mendukung) dan kontra (menolak) berdirinya pabrik semen di depan halaman kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12). Aksi tersebut digelar hari ini setelah pada Jumat (23/12) lalu, Satpol PP Jateng membongkar dua tenda baik, dari pihak pro maupun kontra berdirinya pabrik semen.

Koordinator aksi dari pihak kontra, Joko Prianto mengungkapkan aksi penolakan semen Rembang dengan menggunakan payung bertuliskan 'Kawal Keadilan', Tolak Pabrik Semen' dan 'Kendeng Lestari' dilakukan karena tenda mereka dibongkar Satpol PP.

"Karena dibubarin (tendanya) sama Satpol PP maka kita berinisiatif untuk mengubah menjadi aksi payung," ungkap Joko Prianto kepada merdeka.com di sela-sela aksi.

Joko Prianto mengungkapkan aksi penolakan mereka terhadap berdirinya pabrik semen Rembang sudah digelar selama sembilan hari pasca putusan MA yang memenangkan warga Rembang. Dia menegaskan aksi akan terus dilakukan sampai tuntutan dipenuhi yaitu menghentikan segala aktivitas pendirian pabrik semen Rembang.

"Sekarang ini sudah sembilan hari. Payung sumbangan dari para aktivis teman-teman Semarang. Sampai tuntutan kami dipenuhi," ungkapnya.

demo perang payung semen rembang

Demo perang payung semen Rembang ©2016 Merdeka.com

Aksi berlangsung mulai dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 17.30 WIB, mereka kemudian menginap di Pondok Pesantren (Ponpes) Soko Tunggal yang dipimpin oleh Gus Nuril Arifin yang berada di Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

"Jam 7 berangkat dari Pompes. Jam 17.00-17.30 WIB," ucapnya.

Selain ibu-bu warga Kendeng, nampak hadir pula anak-anak punk yang sering berkumpul di beberapa sudut kota di sekitar Kota Semarang juga ikut bergabung. Mereka ikut aksi menolak pendirian pabrik semen Rembang terhitung mulai hari ini.

"Mulai hari ini, teman-teman punk gabung untuk melakukan aksi. Intinya solidaritas. Ada 30-an orang," ungkap salah seorang anak punk yang tak ingin disebut identitasnya.

Sekitar pukul 11.15 WIB, menyusul hadir dari Laskar Brotoseno yang merupakan kelompok pro atau pendukung pembangunan pabrik semen. Dalam aksinya, mereka mendatangi halaman Kantor Gubernur Ganjar dengan menyuguhkan berbagai jenis kesenian dan tarian seperti Topeng Ireng, Jathilan, Kubro dan lain-lainya.

Sambil membawa payung kertas yang terbuat dari kertas semen dan tergambar logo Semen Indonesia, puluhan masa berjoget dan menari. Kedatangan mereka kemudian disambut oleh ratusan petugas dari Polrestabes Semarang. Khawatir terjadi bentrokan, polisi sampai membuat garis pembatas di antara kelompok pro dan kontra.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi pendukung berdirinya semen Rembang Laskar Brotoseno, Wahyudi menegaskan bahwa restu dan dukungan KH Maemun Zuber membakar semangat warga pendukung pabrik semen yang tergabung dalam barisan Laskar Brotoseno.

"Kami akan berjuang sejuang juangnya untuk mendukung pemerintah melanjutkan operasi pabrik semen Indonesia di Rembang. Laskar brotoseno akan bertahan di depan kantor gubernur sampai pemerintah mengeluarkan ketegasan untuk melanjutkan pabrik semen Indonesia di Rembang terus beroperasi," ungkapnya dalam orasi.

Wahyudi mengungkapkan jika Laskar Brotoseno didukung oleh 12 ribuan warga desa desa seputar pabrik semen. "Pabrik semen jelas jelas membawa kemajuan bagi desa kami. Kami menyerukan kepada publik agar tidak mudah percaya dengan aksi aksi penolak semen," ungkapnya.

Sementara itu, Waid, salah seorang warga Rembang mengungkapkan bahwa peserta aksi tolak semen Rembang itu dimotori oleh LSM-LSM dan orang orang luar rembang. "Kami yang merasakan manfaat pabrik semen. Mereka itu egois, tidak memperhatikan aspirasi kami," katanya.

Waid membeberkan, mayoritas warga Rembang mengecam ulah-ulah aktivis yang menjual isu-isu politik untuk menolak pabrik semen di Rembang.

"Pabrik semen Indonesia di Rembang itu aset negara, milik negara dan untuk kemajuan bangsa. Maka mereka yang menolak perlu dipertanyakan nasionalismenya," katanya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP