Demi ibadah, Nabi Idris ingin dicabut nyawa dan lihat siksa neraka

Minggu, 4 Juni 2017 12:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Demi ibadah, Nabi Idris ingin dicabut nyawa dan lihat siksa neraka Jokowi tarawih di Masjid Istiqlal. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nabi Idris As adalah orang yang rajin beribadah. Dia dikaruniai oleh Allah SWT berbagai kelebihan, seperti menguasai banyak bahasa, ilmu alam, tulis-menulis dan berhitung. Selain itu, Nabi Idris merupakan orang pertama yang memakai pakaian berjahit. Dan setiap kali menjahit, beliau mengucapkan zikir kepada Allah SWT.

Ia pun seorang nabi yang tidak pernah berputus asa mengajak manusia pada kebenaran dan mengajarkan tauhid yang sama seperti yang diajarkan oleh Nabi Adam.

Suatu ketika ia didatangi oleh malaikat Izrail. Pada saat ditemui Izrail, Nabi Idris mempunyai keinginan untuk merasakan sakitnya dicabut nyawa.

"Wahai Izrail, bolehkah aku meminta engkau mencabut nyawaku dulu, tapi nanti engkau meminta kepada Allah untuk menghidupkanku kembali. Aku ingin merasakan bagaimana sakitnya sakartul maut, agar aku mengingatnya dan terus menambah ibadahku."

Dikutip dari buku Kisah Teladan Menakjubkan 25 Nabi dan Rasul tulisan Lisdy Rahayu, mengisahkan setelah Izrail meminta izin kepada Allah maka dicabutlah nyawa Nabi Idris pelan-pelan. Lalu ia pun meminta untuk ditunjukkan seperti apa neraka dan bagaimana bentuk siksaannya. Ia berharap dengan mengingat siksa neraka, maka itu akan membuatnya semakin tekun beribadah.

Agar jangan sampai nanti termasuk ke dalam golongan orang-orang yang masuk neraka. Setelah mendapat izin dari Allah, Izrail membawa Nabi Idris ke neraka. Dia merasakan panasnya api neraka dan sakitnya siksaan di neraka.

Setelah keluar dari neraka, Nabi Idris pun meminta untuk diperlihatkan indahnya surga. Allah kembali mengizinkannya. Izrail menemani Nabi Idris untuk melihat-lihat keindahan dan merasakan nikmatnya surga. Mereka pun berjalan melihat berbagai tumbuhan dan sungai yang hanya ada di surga.

Allah berfirman, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, berarti dia telah memperoleh kemenangan. Sebab, kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS Ali Imran {3}:185). [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Nabi
  2. Jakarta
  3. Ramadan 2017
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini