Dave Laksono: Partai Golkar Indonesia bukan kebijakan Pak Agung

Kamis, 28 Januari 2016 17:10 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana
Dave Laksono: Partai Golkar Indonesia bukan kebijakan Pak Agung kampanye golkar. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Dave Akbarshah Fikarno alias Dave Laksono menyatakan bahwa kubunya tak pernah ingin membentuk partai baru. Menurut Dave, Partai Golkar Indonesia yang diinisiasi Samsul Hidayat tak pernah menjadi topik pembahasan di kubunya.

"Itu gak jelas, gak tahu siapa penyelenggaraannya, itu gak pernah dibahas. Itu bukan kebijakan Pak Agung. Mungkin itu dari sejumlah teman-teman saja yang mungkin kecewa," kata Dave saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/1).

Dia juga menduga, keinginan untuk memecah partai ini muncul akibat Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly memperpanjang SK‎ hasil Munas Riau. Maka dari itu struktur DPD masih belum jelas, memakai DPD versi Munas Riau atau yang sekarang.

"Ya kan kalau kembali ke Riau, ini turunannya masih belum jelas. Memang DPD tingkat I dan II semuanya kan sudah expired. Okelah Riau diperpanjang, tapi bukan otomatis DPD yang lalu masih aktif," bebernya.

Dave menegaskan bahwa kubunya menolak munculnya perpecahan baru. Menurutnya langkah menuju Munas ini merupakan capaian bersama. Jadi tidak ada satu kubu pun yang berhak merasa kalah.

"Partai-partai ini kan tujuannya untuk pengabdian bukan kekuasaan. Kalau memang caranya begitu kan itu hanya hawa nafsu kekuasaan saja," tuturnya.

Dave pun sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon merasa bukan menjadi bagian dari 520 DPD yang akan bentuk partai baru. Dia mengatakan, tak masuk dalam bagian bermigrasi ke partai pecahan.

"Gak bisa diklaim 520 karena saya masih ketua Golkar Kabupaten Cirebon, saya tidak merasa begitu. Banyak teman-teman DPD I, DPD II yang tidak setuju kok dengan pembentukan partai baru," ujarnya.

Sebelumnya, politikus Golkar, Leo Nababan menceritakan, ada ratusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang mengklaim sebagai bagian kelompok Munas Ancol, ingin memisahkan diri dan membentuk partai baru. Leo menuding Wasekjen Partai Golkar kubu Agung Laksono yakni Samsul Hidayat sebagai dalangnya. "Saya dengar ada pernyataan 520 DPD mau bentuk partai baru," ujar Leo saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/1).

Dia meminta agar kader Golkar tidak termakan rayuan dan upaya memecah belah partai berlambang pohon beringin itu.

"Saya minta dengan sangat kepada kawan-kawan jangan membuat masalah baru di Partai Golkar. Saya menolak pendirian Partai Golkar Baru. Karena saya konsisten kepada perjuangan Golkar Ancol. Kita harus siap menerima menang atau kalah. Jangan membuat partai baru. Saya masih ingat komitmen kita. Bagi saya tidak ada Partai selain Partai Golkar," tegasnya.

Kekhawatiran Leo beralasan mengingat sejarah membuktikan Partai Golkar sebagai salah satu partai yang cukup banyak melahirkan partai baru. Setidaknya ada empat partai yang merupakan pecahan dari Golkar, di antaranya ada Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Hati Nurani Rakyat (Hanura),Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Nasional Demokrasi (NasDem).

Partai Golkar di masa mendatang harus dipimpin kader muda yang lebih enerjik untuk membangkitkan kejayaan partai. Secara pribadi Leo setuju dengan keputusan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang sepakat tidak mencalonkan diri menjadi ketua umum saat Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) digelar.

"Harus generasi muda, potong satu generasi. Karena sebenarnya yang membuat masalah ini generasi tua," tuturnya. [ren]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini