Dalami penyalahgunaan dana bansos polisi belum akan panggil bupati Tasikmalaya

Senin, 26 Februari 2018 20:38 Reporter : Aksara Bebey
Dalami penyalahgunaan dana bansos polisi belum akan panggil bupati Tasikmalaya ilustrasi korupsi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Jabar terus mendalami kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) dari APBD Tasikmalaya 2017. Sejumlah saksi dan pihak terkait sudah diperiksa.

Namun untuk pemanggilan terhadap Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum yang sedang cuti pilkada untuk dimintai keterangannya belum dipastikan waktunya.

"Kata siapa mau manggil, memangnya ada kaitannya? Enggak ada pemanggilan (Uu Ruzhanul Ulum). Soal pemeriksaan, casenya (kasusnya) memang ada, kami sudah panggil saksi-saksi dan pihak-pihak terkait soal ini," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Samudi saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Senin (26/2).

Samudi belum merinci bagaimana kasus itu terjadi dan sudah sejauh mana proses pemeriksaannya. Saat ini pihaknya tengah fokus pada memeriksa sejumlah staf aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Tasikmalaya.

Dia juga enggan memprediksi muara dari kasus tersebut. Apakah akan sampai kepada Bupati Tasikmalaya atau tidak.

"Memangnya pemeriksaan kasus ini menyangkut paslon? Kami juga tidak tahu belum ke arah sana. Intinya, yang pasti kami hanya memeriksa saksi-saksi dan saksi-saksi itu tidak ada yang jadi peserta pilkada," ujar Samudi.

Jika memang hasil pemeriksaan saksi-saksi menyebut ada keterkaitan dengan salah satu calon, pemeriksaan akan dijeda sesuai peraturan Polri.

"Kalaupun pada pemeriksaan ternyata ada kaitanya dengan pejabat tertentu yang kemudian terlibat dalam pilkada atau jadi pasangan calon, kami tidak akan langsung melakukan pemanggilan pada yang bersangkutan karena ada Peraturan Kapolri," terangnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan peraturan kapolri soal penghentian sementara pemeriksaan pada pihak-pihak tertentu yang jadi peserta pada pilkada untuk menghindari kegaduhan politik yang mengancam stabilitas keamanan nasional.

‎"Kalaupun ditindaklanjuti nanti setelah pilkada selesai. Sekarang enggak bisa, kami terikat dengan peraturan Kapolri. Tidak ada pemeriksaan atau pemanggilan," ujar Samudi.

Seperti diketahui, Uu Ruzhanul Ulum sempat jadi Bupati Tasikmalaya kemudian mundur dari jabatanya karena ‎ia maju di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 sebagai wakil gubernur. Ia berpasangan dengan mantan Walikota Bandung, Ridwan Kamil. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini