Dakwah Kamtibmas, cara Polres Banyumas tangkal gerakan radikal
Merdeka.com - Saat mengikuti perjalanan Divisi Humas Mabes Polri ke beberapa Polres di wilayah Jawa Tengah terkait sosialisasi program kontra radikal, ada cara-cara tersendiri yang dilakukan setiap Polres dalam menangkal perkembangan gerakan atau paham radikal di wilayah masing-masing. Mulai dengan merangkul santri dan kiai, para pelajar, masyarakat, dan elemen lainnya.
Di wilayah hukum Polres Banyumas, Jawa Tengah, ada cara unik yang dilakukan Satuan Binmas untuk menangkal gerakan radikal yaitu melalui program Dakwah Kamtibmas. Dalam program ini, jajaran Satuan Binmas dipimpin Kasat rutin turun ke masyarakat.
"Kasat Binmas kami mempunyai program Dakwah Kamtibmas. Tiap waktu tertentu, dalam kurun waktu tertentu secara periodik dia datang ke lokasi-lokasi, tempat-tempat yang memang harus dimasukkan supaya bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat, memberikan tausiah supaya tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," jelas Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Kamis (26/10).
Kapolres mengakui ada bibit-bibit gerakan radikal di wilayahnya. Karena beberapa kali Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terduga teroris di Banyumas. Beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat berkembangnya paham atau gerakan radikal terus dipantau.
"Terus kami pantau, terus kerjasama dengan Densus. Kami backup dan kita berkolaborasi," kata dia.
Selain melalui program Dakwah Kamtibmas, Polres Banyumas juga merangkul dan bekerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan instansi terkait sebagai langkah antisipasi.
"Seperti di wilayah Banyumas ini ada beberapa spot yang memang menjadi atensi dari Densus. Kami sosialisasi kepada masyarakat supaya bisa turut serta membantu terkait kegiatan masyarakat yang mencurigakan, tak lazim atau tidak pada umumnya agar segera melaporkan ke kita," paparnya.
"Bhabinkamtibmas kami seluruh desa sudah bekerja sama dengan aparat desa terkait dan sama-sama bekerja menangkal radikalisme," lanjut Bambang Yudhantara.
Selain itu, belum lama ini pihaknya juga telah meneken MoU dengan Kantor Kementerian Agama Banyumas. Dalam kesempatan itu diundang Kepala KUA dan pejabat desa untuk sama-sama berkomitmen dan bekerja sama menangkal radikalisme.
Deteksi gerakan radikal juga dilakukan di kampus-kampus. "Kami menjalani komunikasi aktif dengan para rektor, dosen dan BEM-nya supaya hal-hal terkait dengan ancaman-ancaman yang mengganggu kamtibmas dapat dideteksi dengan dini," jelasnya.
Sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya bibit-bibit gerakan radikal yang dimulai di lingkungan kampus. "Tapi tetap kami monitor." (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya