Dahlan tak hadir, penyerahan berkas P21 kasus mobil listrik ditunda

Jumat, 28 April 2017 13:40 Reporter : Masfiatur Rochma
Sidang vonis Dahlan Iskan. ©2017 merdeka.com/Masfiatur Rochma

Merdeka.com - Kasus korupsi 16 mobil listrik yang merugikan negara sekitar Rp 32 miliar dengan tersangka mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, memasuki babak baru. Berkas perkara rasuah yang ditangani penyidik Jaksa Muda Kejaksaan Agung tersebut sudah dinyatakan lengkap alias P21.

Namun penyerahan berkas bersama barang bukti dan tersangka kepada jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Surabaya ditunda, lantaran Dahlan tidak hadir. Dia diwakili oleh kerabatnya.

"Agendanya tahap dua. Artinya penyidik yang menangani menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya baik tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum," terang Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Kejagung Yulianto di Kejari Surabaya, Jumat (28/4).

Yulianto menuturkan penyerahan berkas dan tersangka akan dijadwalkan kembali. Namun belum diketahui kapan waktunya.

"Pihak Dahlan Iskan minta waktu. Karena belum ada penunjukan kuasa hukum, nanti kita jadwalkan," ucapnya.

Sementara salah satu keluarga Dahlan Iskan yang datang di Kejari Surabaya Mir'atul Mukminin mengaku, pihaknya saat ini belum menunjuk penasehat hukum.

"Kita minta dijadwalkan ulang. Karena belum ada penunjukan penasehat hukum," pungkas Mir'atul Mukminin.

[cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.