Daftar 74 Penerima Penghargaan Pancasila 2019, Iwan Fals Hingga Nadiem Makarim

Minggu, 18 Agustus 2019 20:25 Reporter : Merdeka
Daftar 74 Penerima Penghargaan Pancasila 2019, Iwan Fals Hingga Nadiem Makarim Iwan Fals. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan menyerahkan penghargaan kepada 74 ikon nusantara yang dinilai telah berkontribusi penuh dalam mengamalkan dan menyelaraskan kehidupan dengan ideologi Pancasila. 74 Nama itu dari latar bidang dan profesi yang berbeda telah diseleksi secara ketat kelaikannya.

"Awalnya ada 300 nama, lalu kami seleksi lagi jadi 100 dan terakhir didapat 74," kata Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aris Heru Utomo di De Tjolomadoe, Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/8).

Aris menjelaskan seleksi dilakukan secara internal BPIP dengan dibantu tim eksternal untuk memberikan masukan dan penyaringan secara menyeluruh. Meski ada pro-kontra terhadap nama-nama didapat, Aris meyakini, sementara ini 74 nama ini adalah yang laik menerima penghargaan bergengsi BPIP di tahun 2019.

"Data-data telah kami cocokkan, dan mengapa 74 karena disesuaikan dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia," ungkapnya.

Penghargaan diberikan di lokasi ikonik di kota Solo bernama De Tjolomadoe akan menjadi saksinya. Ternyata ini alasannya.

"Pilihan tempat di sini karena gedung ini ikonik, dan peninggalan zaman dulu bisa buat pembelajaran, dulu kita pernah punya pabrik gula yang memiliki pergerakan perjuangan," kata Aris.

De Tjolomadoe adalah bekas bangunan pabrik gula yang berdiri sejak tahun 1861 di Karanganyar oleh Mangkunegaran IV. Bekas bangunan ini memiliki luas seluas 1,3 ha di atas lahan 6,4 ha.

Revitalisasi dari bangunan yang terbengkalai selama 20 tahun ini dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historis. Terlihat seperti sederet mesin pabrik gula dengan ukurang sangat besar, dijaga dan utuh bentuknya.

Jaraknya tidak jauh dari Bandara Adi Sumarmo Solo, bila melihat peta hanya 4,5 kilometer dan bisa ditempuh dalam waktu 15 menit menggunakan mobil.

Selain pengenalan nilai historis, pengunjung De Tjolomadoe akan disuguhkan oleh tawaran makan dan minuman yang terletak di area kantin. Di dekatnya, terdapat pula beberapa suguhan kerajinan tangan seperti batik, ukiran, dan anyaman lokal yang turut diperjualkan.

Berikut daftar lengkap 74 ikon penerima penghargaan sesuai dengan bidang keilmuan:

Science dan Inovasi:

Davyn Sudirdjo (Pencipta Aplikasi E-Tani)

Yuma Soerianto (Programmer)

Teuku Faisal Fathani (Penemu Mesin Deteksi Longsor)

Muhammad Toha (Pencipta Pesawat Nirawak)

Intan Suci Nurhati (Peneliti LIPI)

Hibar Syahrul Garfur (Penemu Sepatu Listrk Anti Pelecehan Seks)

Josaphat Tetuko (Penemu Radar Satelit Berbasis Microwave Remote Sensing)

Gusnardi Wiyoga (Juara Olimpiade Matematika Dunia)

Celestine Wenardy (Pengaggas Proyek Alat Glukoeter non-Invasif)

Agus Budiyono (Penerima 4 gelar bidang Aeronautika)

Anjas Pramono (Pembuat Aplikasi Difodeaf)

Aysa Aurelya (Penemu Obat Kanker Payudara)

Edi Arham (Guru di Wilayah Pedalaman Sultra)

Falasifah (Inovator Filterisasi Air)

Satriyani Widyawati (Edukasi Bidang Pancasila)

Yunina Resmi Pranata (Inovator Perisai Pancasila Berbasis Mikrokontroler)

Ai Tin Sumartini (Penerima Satya Lencana Pendidikan 2018 dari Presiden RI)

Olahraga:

Lalu M. Zohri (Atlet Lari)

Irene Kharisma (Pecatur)

Naila Novaranti (Atlet Terjun Payung)

Exa Raudina (Atlet Pesepeda)

Tibo Monabesa (Atlet Tinju)

Samantha Edithso (Atlet Catur)

Aries Susanti (Atlet Panjat Tebing)

Gabriel Edoway (Pesepak Bola)

Indra Sjafri (Pelatih Timnas Indonesia)

Seni Budaya dan Bidang Kreatif

Rafi Abdurrahman (Desainr Cilik Disabilitas)

Ary Sihasale dan Nia Zulkarnain (Sineas)

Yosep Anggi Noen (Sutradara Film)

Adi Putra (Sutradara Film)

Iwan Fals (Musisi)

Awwalur Rizqie (Youtuber)

Dian Erra Kumalasari (Desainer)

Michael Theodric (Fotografer cilik)

Livi Zhen (Sineas)

Ki Manteb Soedharsono (Dayang Wayang Kulit)

Didi Nini Thowok (Penari)

I Wayan Suteja

Erros Chandra (Gitaris)

Irawati Durban (Penari)

Marzuki Hasan (Seniman)

Christine Hakim (Aktris)

Toeti Heraty (Budayawan)

Addie MS (Komposer)

Teater Koma (Klub Seni)

Republik Sentilan Sentilun (Duo Komedi Satir)

Musthofa Bisri (Pemuka Agama)

Sosial Enterpeneur

Komunitas Adat Cirendeu (Komuniti di Jawa Barat yang dikenal dengan ketahanan pangan non-beras)

Budi Soehardi (Pendiri Yayasan Panti Asuhan Rosalin)

Agnes Barabara (Bidan di RSUD Digoel, Papua)

dr. Lo Siaw Ging (Dokter Sosiawan)

Bhikku Sri Pannavoro (Pemuka Agama)

Saur Marlina (Pendiri Sokola Rimba)

Tri Mumpuni (Tokoh Pengembang Kemandirian Masyarakat Terpencil)

Sayur Box (Perusahaan Perintis)

Nadiem Makarim (Gojek)

Puger Mulyono (Yayasan Lentera Surakarta)

Budi Laksono (Dosen)

Valencia Mieke Randa (Pendiri Blood For Life)

Komunitas Donor Mata Indonesia

Maksimus Masan (Penggerak Literasi)

Maria Loretha (Petani)

Habib Luthfi (Pemuka Agama)

Saparinah Sadli (Aktivis Perempuan)

Irfan Amalee (Peace Generation)

Sri Rossyanti dan Sri Irianingsih (Pejuang Pengentas Kebodohan dan Kemiskinan Kelompok Marjinal)

Angkie Yudisia (CEO Thisable Enterprise)

Redy Eko Prasetyo (Jaringan Kampung Nusantara)

Bripka Bastian Tuhuteru (Polisi)

Liana Christanty (Aktivis)

Pasebat Tri Panca tunggal (Komunitas Adat)

Eni Lestari (International Migrants Alliance)

Handaka Vijjanada (Ejipassiko Foundation)

Serka Darwis (TNI)

Reporter: Ditto Radityo

Sumber: Liputan6.com [did]

Topik berita Terkait:
  1. BPIP
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini