Curhat Korban Tsunami Selat Sunda yang Mengaku Belum Tersentuh Bantuan Pemda
Merdeka.com - Ahmad Jaelani, warga kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang Banten, mempertanyakan aliran bantuan korban tsunami yang masuk ke pemerintah daerah. Ia mempertanyakan karena dirinya yang merupakan korban tsunami tidak pernah tersentuh bantuan oleh pemerintah daerah.
Jaelani mengungkapkan rumahnya rusak dihantam gelombang tsunami dan dirinya sempat tinggal di hunian sementara (huntara) yang di bangun oleh pihak BUMN, bukan dari pemerintah daerah.
"Huntara yang bangun BMUN, CSDR bank mandiri, bukan pemerintah daerah," ujarnya
Karena kondisi yang sangat tidak nyaman untuk tinggal, kini Jaelani bersama keluarga membangun rumah seadanya di lokasi yang agak menjauh dari bibir pantai.
"Huntara dapat, tapi kita ingin yang lebih nyaman. Karena huntara atapnya dari seng, panas sekali. Kami ingin yang lebih nyaman, jadi ngebangun gubuk dari bilik bambu, lebih nyaman," ujarnya.
Jaelani mengeluhkan tidak adanya bantuan dari pemerintah daerah, karena yang ia ketahui banyak bantuan yang nilainya hingga miliaran rupiah masuk ke pemerintah daerah. Ia mengungkapkan, pascatsunami selat sunda terjadi setahun lalu, ia menerima bantuan hanya dari relawan saja.
"Dari pemerintah enggak ada di Kecamatan Sumur kalau dari pemerintah enggak ada yah (huntara). Jangankan berupa bantuan bentuk fisik, beras enggak ada juga. Bantuan banyak bukan dari pemerintah tapi dari relawan," katanya.
Jaelani berharap, ada bantuan hunian tetap bagi korban tsunami di Kecamatan Sumur dan juga bantuan pinjaman untuk mereka membuka usaha kembali.
"Harapannya yang paling pokok hunian rumah. Terus sejenis pinjaman untuk usaha lagi. Yang mau buka warung buka warung, yang nelayan bisa beli prahu," ujarnya.
Terkait hunian tetap yang pernah dijanjikan bagi korban tsunami selat sunda, Jaelani mengatakan semuanya hanya baru rencana dan tidak ada realisasinya.
"Saya dengar-dengar baru rencana mau ada huntap, tapi ga tau kapan," katanya.
Kini Jaelani mendirikan sebuah gubuk sederhana untuk ia tinggal di desa Kertamuti, Kecamatan Sumur, yang jaraknya dari bibir pantai kurang lebih 300 meter. Sedangkan rumah sebelumnya yang berada di Pasar Sumur, rata dengan tanah akibat terjangan gelombang tsunami.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya