Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cuaca buruk, tiga perahu nelayan terbalik di perairan Jembrana

Cuaca buruk, tiga perahu nelayan terbalik di perairan Jembrana Tiga perahu nelayan Bali terbalik. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Akibat cuaca buruk yang terjadi di perairan Pantai Perancak, Desa Perancak, Jembrana, Bali, tiga perahu nelayan terbalik dihantam gelombang tinggi, Minggu (25/6) pagi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Informasi dihimpun, tiga nelayaan asal Desa Perancak, Jembrana, yang terkena musibah yakni I Wayan Wanda (50), I Nengah Narsa (58) dan I Nengah Warsa (50). Ketiganya melaut mengunakan perahu kecil untuk memancing ikan, sore kemarin. Saat berangkat, situasi di perairan Jembrana cerah. Tidak ada angin kencang, gelombang kecil serta arusnya tenang.

Namun saat mereka hendak kembali pulang, saat posisi perahu mereka 3 kilo meter dari pesisir Perancak, tiba-tiba terjadi cuaca buruk. Awan mendung disertai angin kencang mengakibatkan gelombang tinggi di perairan Perancak serta arus laut sangat deras.

tiga perahu nelayan bali terbalik

Tak ayal, perahu mereka dihantam gelombang tinggi hingga terbalik. Ketiga nelayan tersebut sempat terlempar dari perahunya, namun kembali bisa berpegangan di perahu yang terbalik. Kejadian tersebut dilihat oleh sejumlah nelayan lainnya dan segera memberikan pertolongan kepada mereka, sehingga ketiganya berhasil dievakuasi ke darat.

Sesampai di darat ketiga nelayan yang kondisinya lemah dan syok tersebut kemudian dievakuasi ke Pukesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka diangkut menggunakan kendaraan Ambulance milik BPBD Jembrana.

Perbekel Perancak Nyoman Wijana dikonfirmasi siang tadi membenarkan kejadian yang dialami oleh tiga nelayan yang merupakan warganya. Ketiga warganya itu berhasil selamat karena pertolongan cepat dari nelayan lain dan BPBD Jembrana.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah karena ketiga perahu hancur," ucapnya, Minggu (25/6).

Terkait dengan kejadian tersebut, Wijana mengimbau warganya terutama yang berprofesi sebagai nelayan agar selalu berhati-hati dan waspada saat melaut mengingat cuaca di perairan Jembrana sering berubah-ubah. Jika perlu sebelum melaut agar berkordinasi dengan pihak BMKG.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP