Cuaca berawan, peneliti Bosscha gagal amati supermoon

Rabu, 31 Januari 2018 22:58 Reporter : Aksara Bebey
Cuaca berawan, peneliti Bosscha gagal amati supermoon Fenomena Supermoon akhir 2017. ©AFP PHOTO/Ye Aung THU

Merdeka.com - Fenomena gerhana bulan yang disebut Super Blue Blood Moon tidak berhasil diamati di Observatorium Bosscha Lembang, Kabupaten Bandung Barat akibat awan tebal. Staf Peneliti Observatorium Bosscha Lembang, Zaenudin Muhammad Arifin mengatakan kondisi cuaca sebelumnya memang diprediksi tidak mendukung.

"Awalnya diperkirakan dapat terlihat karena langit di wilayah Bandung tidak seluruhnya tertutup awan pada sore hari. Namun pada perkembangannya, cuaca dan kondisi langit berawan," jelasnya, Rabu (31/1).

Meski begitu, informasi yang didapatkan dari peneliti lain di sejumlah daerah menyebut gerhana bulan total dapat teramati. Yakni, di Pamengpeuk Garut, Jakarta dan Singapura.

Di tempat yang sama, Evan Irawan Akbar juga menyatakan pihaknya gagal meneliti fenomena alam super blue blood moon.

"Awannya tebal, tadi sore sempat gerimis di sini. Tidak ada data yang bisa diambil karena bulannya enggak kelihatan," imbuhnya.

Meski begitu, dia mengaku tidak khawatir. Pasalnya, gerhana bulan total akan terjadi lagi pada 29 Juli 2018 mendatang. Di bulan itu, prediksi cuaca sangat cerah dan tidak berawan.

"Kami akan melakukan penelitian di Juli nanti, saat kemarau meski bukan fenomena supermoon," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini