China Dianggap Sedang Menguji Kesetiaan Indonesia Lewat Sengketa Natuna

Minggu, 12 Januari 2020 21:06 Reporter : Yunita Amalia
China Dianggap Sedang Menguji Kesetiaan Indonesia Lewat Sengketa Natuna Presiden Jokowi di Natuna. ©2016 Facebook.com/Luhut Binsar Pandjaitan

Merdeka.com - Pengamat hubungan internasional Dinna Wisnu mengingatkan pemerintah Indonesia terkait sikap pemerintah China mengenai sengketa perairan Natuna, Kepulauan Riau. Menurut Dinna, China sedang menguji 'kesetiaan' negara kawasan Asia menyikapi perairan Natuna.

Dia menilai sikap negeri tirai bambu itu berbeda dua tahun sebelumnya. Di mana saat itu China disebut akan menyepakati court of conduct (CoC) mengenai laut China Selatan. Namun, hampir tiga tahun berlalu, China menunjukkan sikap tidak menepati komitmennya. Perubahan sikap itu dianggap sebagai bentuk 'pamrih' China terhadap negara-negara yang menjalin kerja sama dengannya.

"Waktunya sudah mulai kelihatan, China menguji negara-negara di kawasan, terutama kita (Indonesia) karena kita termasuk yang punya kerjasama Infrastruktur dengan China. Kita diuji kesetiaan," kata Dinna dalam diskusi di Jakarta, Minggu (12/1).

Bentuk pamrih China dianggap wajar, sebab menurut Dinna, negara-negara lain pun demikian hanya saja berbeda pola.

Untuk itu, imbuh Dinna, pemerintah Indonesia harus menunjukkan sikap tegas menghadapi sengkarut perairan Natuna saban tahun terjadi.

Sikap tegas pemerintah harus dimulai dengan satu suara dan pandangan menyikapi persoalan ini. Sebab menurut Dinna, saat ini pemerintah tidak kompak bersuara menyikapi sengketa Natuna.

"Jadi, memang harus tegas enggak bisa kita bahasanya dua dan yang jelas sudah saatnya diantisipasi jangan sampai dia betul-betul masuk terus di kawasan kita apa yang harus dilakukan. Di dalam negeri kita satu suara antar kementerian belum kelihatan," tukasnya.

Sengkarut di perairan Natuna bahkan membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berencana membangun pangkalan militer di sana.

Wacana pembangunan pangkalan militer di Natuna berawal dari masuknya kapal coast guard China ke perairan laut Natuna. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan bahwa kapal-kapal China telah melakukan pelanggaran-pelanggaran di wilayah ZEE Indonesia.

Pemerintah mengaku telah meningkatkan kapasitas di pangkalan militer di Natuna, Kepulauan Riau. Bahkan, penambahan pesawat tempur di Natuna pun juga sudah dilakukan.

"Sekarang sudah ditingkatkan, sejak periode yang lalu sudah ditingkatkan. Bahkan beberapa penambahan pesawat tempur sudah diinikan di Natuna," jelas Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantornya, Rabu (8/1)

Presiden Jokowi memastikan bahwa wilayah Natuna masuk dalam teritorial NKRI. Dia pun meminta tidak perlu lagi ada pihak yang meragukan klaim tersebut.

"Hari ini saya ingin memastikan dan memberitahukan bahwa Kepulauan Natuna adalah teritorial kita yang masuk dalam NKRI," kata Jokowi ketika bertemu dengan nelayan Natuna di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna, Kepri, Rabu (8/1). [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini