Cerita Warga Makassar Menginap di Hotel Karena tak Tahan Gerah Mati Lampu 14 Jam

Jumat, 16 November 2018 22:06 Reporter : Wisnoe Moerti
Cerita Warga Makassar Menginap di Hotel Karena tak Tahan Gerah Mati Lampu 14 Jam Mati lampu. reuters

Merdeka.com - Pasokan arus listrik di wilayah Sulawesi Selatan belum sepenuhnya pulih 100 persen setelah mengalami pemadaman total atau Black Out. Pemadaman total terjadi pada Kamis (15/11) pukul 15.21 WITA di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbangsel) dan meluas ke Sulawesi Bagian Tengah (Sulbangteng).

Warga tak tahan dengan kondisi ini. Hingga siang ini, sudah 14 jam listrik di Makassar padam. Warga memilih menginap di hotel. Seperti penuturan Nuraeni, salah seorang warga Makassar.

"Tadi malam sempat kami keliling cari hotel tapi penuh, katanya kamar sudah terisi semua, tapi Alhamdulillah dapat juga," ujar Nuraeni seperti dilansir Antara, Jumat (16/11).

Dia menceritakan alasannya memilih menginap di hotel dan meninggalkan rumah. Alasan yang sama ternyata menjadi pertimbangan kebanyakan warga.

"Selain gerah membawa hawa panas, persediaan air bersih sudah habis, jadi kami cari hotel, ternyata banyak orang berpikir sama dengan kami," beber Nuraeni.

Istri pengusaha Warung Kopi Siama ini menuturkan, saat pemadaman itu seluruh keluarganya diboyong ke hotel untuk menginap semalam dan berharap listrik sudah pulih agar esoknya bisa kembali bekerja menjalankan usahanya.

Warga mengeluh karena sudah hampir 14 jam aliran listrik belum normal. Ditambah lagi air bersih PDAM tidak mengalir.

"Lama sekali mati lampu, barusannya ini lama sekali, kalau dihitung dari kemarin aduh sudah 14 jam. Rumah berantakan air juga tidak jalan, pakaian dan piring menumpuk belum dicuci. Kami mohon PLN segera menyalakan listrik, kasihan kalau begini terus," tutur Nur Fatimah warga jalan Barukang di wilayah Makassar bagian utara kota.

Terpisah, pihak PLN mengakui pasokan listrik belum sepenuhnya pulih. "Pagi tadi pasokan daya masuk dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan sudah 400 Mega Watt (MW) sekarang ini pasokan daya yang masuk ke sistem Sulbangsel sudah meningkat menjadi 470 MW," kata General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Purnomo Iskak.

Dia menuturkan, ada tiga penyebab padamnya aliran listrik. Pertama, gangguan akibat cuaca buruk di Transmisi Line Makale Palopo. Kedua, gangguan di Transmisi Line 275 kV Poso Latuppa dikarenakan malfunction.

Ketiga, gangguan pada pembangkit lepas di Punagaya sehingga pembangkit lainnya seperti PLTA Poso dan PLTA Bakaru terjadi Under Frequency atau kehilangan daya. "Saat ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah normal 60 persen dan kami memohon doa agar malam ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah pulih," tutur Purnomo. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini