Cerita tobatnya sang putri Yakuza

Senin, 26 Agustus 2013 09:46 Reporter : Putri Artika R
Cerita tobatnya sang putri Yakuza Shoko Tendo. ©2013 Merdeka.com/djoko poerwanto

Merdeka.com - Bertahun-tahun hidup di dunia gangster mafia, Yakuza, Jepang, akhirnya Shoko Tendo (45) memutuskan untuk berhenti. Shoko yang semasa kecilnya itu telah dibesarkan di lingkungan Yakuza, memilih untuk menjalani kehidupannya menjadi wanita biasa.

"Saya ingin menjadi manusia biasa, seperti manusia-manusia ibu rumah tangga lainnya dan saya berharap bisa menyekolahkan anak dengan baik dan anak itu bisa sukses menjadi anak yang baik pula," ujar Shoko saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (23/8).

Pilihan itu diambilnya sejak sang ayah, pendiri geng Yakuza itu sakit keras. Ayah Shoko dirawat di RS dalam waktu yang lama hingga uangnya habis. Berbagai pinjaman tidak bisa dilunasi. Perusahaannya, di bidang real estate, kontruksi dan bangunan pun bangkrut.

"Jadi memang karena dia sakit-sakitan dan sangat parah pas dirawat di RS, belum lagi uang-uangnya, pinjaman-pinjamannya, dan bagaimana nanti mengembalikannya, belum lagi dengan perusahaannya juga yang tidak bisa dijalankan lagi," tutur Shoko.

Ayah Shoko juga memikirkan nasib anggota muda Yakuza untuk ke depannya. Siapa yang akan menanggung mereka, yang membiayai mereka. Akhirnya dicari solusinya, yakni dengan pembubaran gengnya.

"Jadi karena sudah kesusahan begitu, khusus anggota-anggota yang masih muda dicari jalannya, solusinya, anak-anak ini yg nanti mau diapain gitu, akhirnya kelompok itu dibubarkan setelah ini semuanya sudah tidak kuat lagi. Ayah juga sakit-sakitan," ujarnya.

Tidak lama setelah Yakuza dibubarkan, ayah Shoko meninggal. Ayah Shoko menyusul istrinya yang telah meninggal sejak Shoko masih muda.

"Setelah bubar itu, gak lama memang beliau meninggal. Jadi memang dibubarkan dulu baru meninggal," ujarnya.

Kini Shoko menjalani kehidupan yang tenang. Tidak lagi seks bebas, tidak ada lagi narkoba. Shoko menjadi single mother dan fokus ingin membesarkan anaknya yang kini berusia 7 tahun.

Ketika ditanya apakah ada keinginan ingin kembali di masa lalu, atau meneruskan ayahnya membentuk geng Yakuza, Shoko tersenyum. Dengan nada tegas, dia berkata,"Tidak pernah terpikirkan untuk menjadi anggota Yakuza lagi. Jadi Yakuza itu tidak gampang karena pekerjaannya itu sangat berat sekali, saya ga bisa rasanya menjadi Yakuza, gak mungkin," tegasnya dengan sorot mata yang tajam. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Yakuza Indonesia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini