Cerita sopir tentang jalur lintas timur Sumatera, sarang pungli paling ditakuti

Rabu, 9 Mei 2018 21:03 Reporter : Irwanto
Cerita sopir tentang jalur lintas timur Sumatera, sarang pungli paling ditakuti Barang bukti pungli. ©2016 merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Kawasan Desa Bedeng Seng, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, paling ditakuti para sopir truk. Daerah itu dikenal sudah lama menjadi sarang pungutan liar (pungli) yang dilakukan preman.

Desa itu berada di Jalan Lintas Timur Sumatera yang merupakan perbatasan antar Sumsel dan Jambi. Aksi kriminalitas di daerah itu sudah lama terjadi meski kerap ditindak anggota kepolisian.

Menurut pengakuan sopir truk, Desa Bedeng Seng paling menakutkan dibanding titik-titik pungli lain. Selain meminta uang dalam jumlah besar, para pelaku tak segan merusak mobil dan melukai sopirnya.

"Paling sedikit Rp 20.000. Caranya kasar, bawa kayu sama parang segala, pada mengancam semua," ungkap Herman (36), sopir ekspedisi Jakarta-Jambi kepada merdeka.com, Rabu (9/5).

Dari cerita rekannya, ada sopir yang dipalak hingga Rp 500.000 karena mobilnya mogok di lokasi. Jumlah itu akan semakin besar jika mobil tak kunjung diperbaiki sampai tengah malam.

"Selama memperbaiki diawasi, jangan macam-macam. Itu teman sesama sopir," ujarnya.

Selain di Bedeng Seng, aksi pungli preman juga terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatera di perbatasan Sumsel dan Lampung, tepatnya di Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Di daerah ini setidaknya ada lima titik yang menjadi tempat pungli.

Untuk melewati jalan itu, sopir truk harus menyiapkan Rp 100.000 pulang pergi. Ini membuat pendapatan sopir berkurang karena harus mengambil dari kantong sendiri.

"Kami terpaksa cari aman, dikasih saja. Daripada nyawa kami terancam," kata sopir truk Heru (40).

Para sopir truk meminta aparat kepolisian segera menindak tegas aksi tersebut agar aman melintas. Penindakan tak hanya dilakukan jika ada laporan, tetapi harus dijaga 24 jam.

"Kalau ada polisi setidaknya pemalak takut beraksi, kecuali ada kongkalikong," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini