Cerita Perjuangan Nenek 84 Tahun Tiga Hari Tak Makan Akibat Tersesat di Hutan Kalialang Semarang

Selama tiga hari, Wakijem bertahan sendirian di hutan tanpa asupan makanan.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Cerita Perjuangan Nenek 84 Tahun Tiga Hari Tak Makan Akibat Tersesat di Hutan Kalialang Semarang
Cerita Perjuangan Nenek 84 Tahun Tiga Hari Tak Makan Akibat Tersesat di Hutan Kalialang Semarang (Merdeka.com)

Wakijem (84), seorang nenek yang hilang di kawasan Hutan Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, akhirnya berhasil ditemukan selamat, Senin (5/1). Selama tiga hari, Wakijem bertahan sendirian di hutan tanpa asupan makanan.

"Sekira pukul 13.46 WIB survivor berhasil ditemukan selamat namun dalam kondisi kelelahan, lemas dan juga kelaparan setelah 3 hari tidak makan," kata Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, Senin (5/2).

Proses Evakuasi

Tim Basarnas yang menerima laporan dari warga bahwa Wakijem diketahui meninggalkan rumah tanpa pamit pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Hingga sore hari, tidak kunjung kembali ke rumahnya, membuat keluarga khawatir dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

"Tim yang menerima laporan, langsung melakukan iperasi pencarian kemudian dilakukan oleh Basarnas Semarang bersama tim SAR gabungan pada Minggu, 4 Januari 2026, sore," ujarnya.

Namun, upaya tersebut sempat terkendala medan hutan Kalialang yang terjal, minimnya saksi, serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Tim kemudian melanjutkan pencarian pada hari kedua senin 5 Januari 2026.

"Petunjuk berupa jejak tongkat yang biasa digunakan Wakijem untuk berjalan mengarah pada keberhasilan tim SAR menemukan korban. Namun beliau mengalami hipotermia ringan setelah kehujanan di hutan tadi malam,” jelasnya.

Kronologi Hilang

Wakijem (84) warga Kalialang Baru RT.11/07 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Semarang, sendiri diketahui memiliki riwayat pikun diduga kehilangan arah hingga tersesat dan keluar dari jalur pulang. Saat menyusuri jalur pulang tersesat, ia memilih berhenti dan beristirahat di dalam kawasan hutan karena mengalami kelelahan.

“Saat ditemukan, korban langsung diberi minuman dan kemudian dibawa ke pihak medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Wakijem sebenarnya sudah beberapa kali meninggalkan rumah tanpa pamit. Namun, kejadian kali ini menjadi yang terlama.

“Sudah lima kali dan ini yang keenam nenek Wakijem hilang. Kali ini sampai menjelang sore belum kembali, sehingga keluarga melakukan pencarian dan akhirnya melapor ke kepolisian serta meminta bantuan Basarnas,” pungkasnya.

Rekomendasi