Cerita Pemkot Bengkulu Sulap Tempat Pembuangan Sampah Jadi Taman Pantai Berkas
Merdeka.com - Hairi (68) merupakan warga asli kelahiran Kota Bengkulu. Dia sehari-hari bekerja sebagai penyedia penyewaan wahana bermain anak di Taman Pantai Berkas Kota Bengkulu. Hairi memiliki tiga orang anak yang semuanya sudah berkeluarga dan menetap jauh di luar Sumatera.
Hairi tinggal dirumahnya di RT 01 RW 02 Kelurahan Berkas yang tak jauh dari Taman Pantai Berkas tempat dia mencari nafkah. Meninggalkan sang istri sendirian di rumah ketika bekerja, sering membuat Hairi merasa khawatir lantaran di usia istrinya yang menginjak 67 tahun, sang istri mulai sering sakit-sakitan. Walau berat, Hairi harus tetap bekerja untuk dapat membeli beras dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Berangkat pagi dari rumahnya, Hairi bergegas menuju Taman Pantai Berkas untuk membuka wahana permainan anak yang disewakannya. "Setiap hari, pagi-pagi sekali saya berjalan dari rumah menuju lapak dagangan (penyewaan wahana bermain anak)," cerita Hairi waktu ditemui di Taman Pantai Berkas pada, Kamis (27/8/2020) sore.
Hairi dulunya adalah nelayan di daerah Pulau Baai Kota Bengkulu. Ia berhenti melaut lantaran kondisi fisiknya tidak lagi mendukung di usianya yang sekarang. "Dulu saya kerjanya melaut, namun sekarang sudah tidak kuat lagi bermalam mencari ikan di laut karena sudah tua," ujar Hairi.
Setelah tak sanggup melaut lagi, Hairi memutar otak untuk bagaimana dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah tanpa harus terlalu banyak menguras fisiknya.
Dalam ceritanya, Hairi mengatakan pasca diresmikannya Taman Pantai Berkas oleh Wali Kota Helmi Hasan pada Desember 2017 lalu, dia melihat lonjakan wisatawan yang datang sangat tinggi. Maka dari itu, ia terpikir untuk membuka usaha penyewaan wahana anak di Taman Pantai Berkas.
"Pertama saya sampaikan kepada Lurah Berkas bagaimana saya bisa membuka usaha di Taman Pantai Berkas ini. Kemudian kata Lurah, dia akan mengusahakan pengurusan izin melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) selaku pihak pengelola Taman Pantai Berkas," kata Hairi.
Hairi ©2020 Merdeka.com
Pada awal tahun 2018, Hairi memulai usahanya dan sekarang sudah menginjak tahun ketiga dia membuka usaha penyewaan wahana bermain anak di Taman Pantai Berkas. "Ini tahun ketiga saya membuka usaha di sini. Walaupun hasil dari penyewaan wahana anak ini tidak seberapa, namun saya bersyukur bisa dapat uang untuk makan sehari-hari bersama istri," ungkap Hairi.
Dalam ceritanya, Hairi mengatakan sebelum dibangunnya Taman Pantai Berkas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, daerah yang berada di Jalan Kerapu, Kelurahan Berkas, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu ini sempat dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga.
"Dulu sebelum Taman ini dibangun, daerah ini sering dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah," jelas Hairi.
Bersyukur dengan pembangunan Taman Pantai Berkas, Hairi berpendapat bahwa kebijakan Wali Kota Helmi Hasan dan Wawali Dedy Wahyudi selaku Pemkot Bengkulu dalam rangka membangun pariwisata Bengkulu saat ini sudah berhasil. Mengingat bahwa Pemkot juga berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di sekitar wisata Taman Pantai Berkas.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkot Bengkulu yang telah membangun Taman Pantai Berkas ini. Sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga Kelurahan Berkas. Saya kira, jika tidak melalui kebijakan Pemkot Bengkulu, mungkin sekarang daerah ini masih menjadi tempat pembuangan sampah," tutup Hairi.
Taman yang berlokasi di Jalan Kerapu, Kelurahan Berkas, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu ini dulunya dikenal sebagai lokasi yang kumuh dan dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar. Sebelum adanya pembangunan di tempat ini, biasanya banyak warga sekitar yang membuang sampah ke saluran irigasi. Ada juga beberapa orang dari luar yang ikut serta membuang sampah sembarangan di tempat tersebut. Namun saat ini Pemerintah Kota Bengkulu berhasil menyulapnya menjadi taman bermain dengan berbagai fasilitas yang menarik bagi pengunjung. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya