Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita pegawai selamat dari gudang kembang api terbakar di Kosambi

Cerita pegawai selamat dari gudang kembang api terbakar di Kosambi Mumun korban selamat gudang kembang api terbakar. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyakit darah tinggi yang diderita Mumun, karyawan pabrik kembang api di Tangerang, menjadi hikmah tersendiri baginya. Karena penyakit yang kumat itu, akhirnya Mumun terselamatkan dari insiden meledak pabrik kembang api hingga terbakar tempat dia bekerja.

"Saya awalnya mau masuk, tapi mendadak darah tinggi kumat, jadi datang pagi cuma izin aja," kata Mumun saat ditemui di lokasi ledakan Kompleks Pergudangan 99 Jalan Raya Salembaran Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10).

Dia mengaku juga sudah mendapat firasat tak enak sejak semalam. Sambil menangis dia merasa sangat sedih menerima kenyataan teman-teman dan tempatnya bekerja ludes terbakar.

Sehari-hari, dia mengaku memperoleh upah Rp 55 ribu. Dalam tugasnya, Mumun mengaku bekerja untuk mengemas kembang api siap edar itu.

"Tugasnya beda-beda, kalau saya ngebungkusin kembang api. Teman saya ngepak. Dibayarnya mingguan, tapi hitungnya harian," kata dia.

Mumun mengaku tertarik bekerja untuk menambah pemasukan keluarga. Dia merasa pekerjaan yang dilakukan tidak terlalu berat. Namun dia mengeluhkan bau bubuk peracik kembang api dan mesin yang beroperasi.

"Saya pernah bilang ke mandor kerja dari luar, kalau di dalam saya enggak kuat baunya sama semua mesin bikin pusing," kata dia.

Dia berharap semua korban luka, bisa terselamatkan seperti dirinya. Dia pun tak ingin kembali bekerja di pabrik tersebut, jika nantinya pabrik kembang api itu beroperasi kembali.

"Kalau kapok sih enggak, tapi kalau ada kerjaan sama kayaknya saya mending pilih di rumah saja," ucap dia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP