Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita menyenangkan pemudik motor: Mudik rasa touring

Cerita menyenangkan pemudik motor: Mudik rasa touring Pemudik motor di jalur Pantura Karawang dan Subang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima hari pasca Lebaran, arus lalu lintas di jalur Pantura Subang-Karawang, Jawa Barat ramai dilalui pengendara baik roda dua maupun roda empat yang akan kembali ke Jakarta usai berlebaran di kampung halaman.

Pemudik bermotor mendominasi ruas jalan non tol itu di jalur Cirebon mengarah ke Jakarta via Pantura Simpang Jomin lalu menuju jalur arteri Cikampek - Jakarta via Karawang dan Bekasi. Para pemudik motor mengaku sangat menikmati perjalanan.

"Selama perjalanan sepanjang jalan tidak banyak kemacetan kecuali saat melintasi Cirebon, tersendat namun sangat nyaman," kata Joko Apriyanto, pemudik asal Pemalang, Jawa Tengah.

Selama perjalanan arus balik, Joko bisa memacu kecepatan kendaraannya rata-rata 80 Kilometer per jam. Sehingga dalam enam jam sudah sampai Cikalong, Jatisari. Biasanya saat arus balik kecepatan rata-rata hanya 50-60 Kilometer per jam.

Cuaca terik membuat Joko beberapa kali beristirahat untuk melepas lelah setelah melakukan perjalanan panjang. "Jadi seperti liburan. Jalan balik sambil pelesir," jelas Joko.

Mudik kali ini Joko tidak sendiri. Dia pulang kampung bersama teman - temannya sesama warga Pemalang. "Jadi kalau mudik bareng begini, serasa konvoi saja," ucap Joko.

Dia sangat menikmati mudik tahun ini. Salah satunya karena keberadaan jalan tol, sehingga tidak banyak mobil yang melintas di jalan arteri pantura. Ini berdampak signifikan mengurangi kemacetan.

"Sampai jumpa nanti arus mudik tahun depan, nanti saya diwawancara lagi," seraya menyalakan sepeda motornya untuk melanjutkan perjalanan.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP