Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah menceritakan salah satu momen menarik menjelang dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (18/9) pekan lalu.
Sebelum dilantik menjadi Wamenkop, Farida mengaku sempat memberitahukan kepada ibunya jika ia akan mengajaknya untuk datang ke Jakarta. Namun sebelum mengiyakan ke Jakarta ikut dengan Farida untuk melihat pelantikan anaknya menjadi Wamenkop, ternyata sang ibu mengkhawatirkan sesuatu. Ibunya khawatir jagung dari hasil Bertani dimakan tikus apabila lama ditinggal ke Jakarta.
"Kemarin ibu saya yang mendadak dibawa ke Jakarta, ketika anaknya mau dilantik menjadi Wamen bilangnya hanya satu, 'Ini di Jakarta berapa lama? Jangan lama-lama ya, jagung saya dimakan tikus nanti kalau di tinggal lama-lama", kata Farida saat menirukan perkataan ibunya dalam acara Hari Tani di DPP PKB, Jakarta, Rabu (24/9).
Farida mengaku masih sering mengantarkan ibunya untuk pergi ke sawah setiap pulang ke kampung halaman. Farida yang mengaku berasal dari anak petani mengungkapkan bahwa pertanian begitu melekat dengannya.
"Jadi terkait dengan petani dan pertanian itu lekat dari saya kecil sampai sekarang. Bahkan ketika saya pulang saya masih sering mengantar ibu saya harus ke sawah. Begitu juga dengan saudara-saudara yang lainnya," ujar dia.
Advertisement
Pelantikan Farida Menjadi Wamenkop
Sebelumnya, Farida Farichah resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Republik Indonesia pada Rabu, 17 September 2025. Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Penunjukan ini menandai babak baru dalam karier Farida Farichah yang kini berusia 39 tahun.
Jabatan Wamenkop sebelumnya diemban oleh Ferry Juliantono, yang kini menduduki posisi Menteri Koperasi. Kepercayaan negara kepada Farida Farichah menegaskan pengakuan atas kiprahnya yang teruji. Ia dikenal sebagai sosok perempuan muda Nahdlatul Ulama (NU) dengan rekam jejak yang solid.
Kiprah tersebut meliputi berbagai bidang, mulai dari pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga ranah politik dan pemberdayaan masyarakat. Penunjukannya diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengembangan koperasi di Indonesia.