Cerita dibalik perburuan Asworo, pelaku pembunuhan Wiwit
Merdeka.com - Polisi membutuhkan waktu sebulan menangkap Martinus Asworo (33), pembunuh tunggal tunangannya Chatarina Wiedyawati alias Wiwit (30). Petugas banyak mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus itu.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, kasus itu berawal dari terungkapnya identitas mayat perempuan yang membusuk di semak-semak, Kamis (11/5) lalu. Dari sanalah, polisi mulai menemui titik terang pelakunya.
"Penyidik temukan mobil yang disewa tersangka. Dari sana mulai terbuka, kami berkesimpulan pelakunya adalah tunangannya," ungkap Agung, Rabu (14/6).
Penyelidikan semakin dimudahkan dengan keterangan rekan tersangka berinisial E. E menyebut tersangka bersembunyi di suatu tempat di Lampung.
Mendapat angin segar, tim Rimau Ditreskrimum Polda Sumsel berangkat ke Lampung. Mereka tidak diperkenankan pulang sebelum tersangka tertangkap.
"Kasus ini jadi prioritas, setiap minggu dua kali rapat membahasnya. Tim harus tangkap pelaku," ujarnya.
Namun, perburuan justru mengalami kesulitan. Tim Rimau tidak bisa melacak nomor telepon tersangka karena tak pernah komunikasi dengan orang lain, terutama keluarganya di Blitar. Tersangka juga berpindah-pindah tempat begitu posisinya terlacak.
"Kesulitannya tadi, tersangka ini tidak pernah nelpon keluarganya, jadi sulit terlacak," kata dia.
Setelah dipastikan keberadaannya, tim menggerebek indekos tempat tersangka menginap, yakni di kos Anggrek, Jalan Tirtayasa, Bandar Lampung, Senin (12/6) siang. Tersangka berangkat dari Palembang menggunakan mobil travel sebelum mampir ke Indralaya, Ogan Ilir, untuk menjual sepeda motornya.
"Tersangka kita lumpuhkan karena berusaha melawan," pungkasnya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya