Cerita Asihta Aulia Azzahra Menang Triathlon Perdana dari Pinjam Sepeda Teman
Merdeka.com - Asihta Aulia Azzahra mengukir namanya sebagai seorang tokoh potensial ketika ia menjadi triathlete Indonesia pertama yang bersaing di Piala Dunia 2019. Pada usia 18 tahun.
Asihta yang sebelumnya merupakan atlet renang itu mengatakan triathlon merupakan olahraga yang menantang, bukan olahraga yang mengintimidasi. Sebab dalam anggapan banyak orang, triathlon dianggap sebagai olahraga maha berat karena seorang triatlet harus menuntaskan balapan berenang, sepeda dan berlari yang sangat menguras daya tahan.
Berikut kutipan wawancara dengan Asihta yang memiliki kenangan saat pertama kali ikut triathlon pertama kali di tahun 2017 lalu.
Tanya: Dalam 3 cabang triathlon, olahraga apa yang paling menantang saat pertama kali ikut kejuaraan triathlon?
Asihta: Sepeda, karena belum pernah mencoba sepeda road bike, jadi saya harus menyesuaikan dan berlatih ekstra saat akan ikut triathlon pertama saya. Kalau renang, basic saya perenang dan lari, saya sering mengikuti fun run.
Tanya: Hasilnya?
Asihta: Finish di triathlon perdana saya, Alhamdulillah dapat podium.
Tanya: Waktu dapat podium pertama kali, hadiahnya dibelikan apa?
Asihta: Sepeda road bike. Karena saat mengikuti triathlon perdana, saya belum punya uang untuk membeli, akhirnya meminjam sepeda teman saya. Ternyata sepeda itu mau dijual oleh teman saya, jadi saya beli. Tapi sekarang sepeda itu tak lagi menemani saya lomba, tetapi sudah jadi pajangan sebagai benda bersejarah.
Kini Asihta akan mengikuti BCA Super League Triathlon Bali 2020 pada 3-5 April mendatang.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya