Cegah Radikalisme, Ma'ruf Amin Minta ASN Perkuat Komitmen Kebangsaan

Selasa, 14 Januari 2020 17:01 Reporter : Supriatin
Cegah Radikalisme, Ma'ruf Amin Minta ASN Perkuat Komitmen Kebangsaan Wapres Ma'ruf Amin Terima ASN. ©Antara

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) memperkuat komitmen kebangsaannya sehingga dapat terhindar dari paparan radikalisme.

"(ASN) Harus diperkuat komitmen kebangsaannya, jangan sampai pegawai kita terpapar oleh paham-paham yang disebut sebagai radikal terorisme yang sudah merambat ke mana-mana," kata Ma'ruf saat menerima kunjungan PNS penerima Penghargaan ASN Terbaik 2019 di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (14/1).

Penyebaran paham radikal yang semakin luas akhir-akhir ini, lanjut Ma'ruf, membuat Pemerintah meningkatkan komitmennya dalam menanggulangi radikal terorisme. Dia menambahkan perlu ada motivasi yang dapat meningkatkan semangat kerja PNS.

"PNS itu dituntut untuk memiliki kompetensi dan komitmen terhadap kebangsaan. Oleh karena itu akan terus dilakukan peningkatan kualitas PNS," tambahnya.

Salah satu upaya yang dapat memotivasi PNS adalah dengan memberikan apresiasi melalui penghargaan ASN terbaik. Ma'ruf menilai Anugerah ASN sebaiknya dipertahankan dan diperluas kategori penerima penghargaannya.

Dia berharap pemberian penghargaan bagi PNS yang berinovasi dan inspiratif tersebut dapat memotivasi ASN lain untuk memberikan kerja terbaik bagi masyarakat.

"Pemberian penghargaan kepada PNS berprestasi ini salah satunya mendorong dan memotivasi semuanya untuk bekerja lebih baik, dan menjadi contoh model pagi PNS-PNS lain," ujarnya dilansir dari Antara.

1 dari 1 halaman

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan penghargaan bagi ASN terbaik bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik. Tjahjo juga mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan kategori penganugerahan tersebut sehingga perbaikan birokrasi dapat segera terwujud.

"Ini menjadi salah satu visi dan misi utama pemerintah dengan memberikan anugerah kepada ASN yang punya inovasi, yang berpikir jauh ke depan dalam melayani masyarakat dengan baik," ujar Tjahjo. [cob]

Baca juga:
Bertemu PB Mathla'ul Anwar, Ma'ruf Amin Bahas Upaya Mengurangi Radikalisme
Mahfud MD Sebut Definisi Radikalisme Mengacu pada UU Terorisme
Ada 1.000 Lebih WNI Terkontaminasi ISIS, Pemerintah Diingatkan Jangan Kecolongan Lagi
Bukan Radikalisme, Kemiskinan Jadi Masalah Utama Indonesia
Radikalisme Marak, Ikatan Pelajar NU Tegaskan Indonesia Butuh Islam Ramah Bukan Marah
Bela Negara Dinilai Bisa Tangkal Penyebaran Paham Radikal Negatif

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini