Cegah Corona, Pulau Sulawesi Berlakukan Buka Tutup Perbatasan
Merdeka.com - Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di Pulau Sulawesi, para gubernur sepakat untuk memberlakukan sistem buka tutup daerah perbatasan. Langkah pertama sudah diambil Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Gubernur Gorontalo dan Gubernur Sulteng.
"Saya bersama gubernur di Sulawesi sepakat bahwa ada pembatasan terbatas yakni angkutan darat dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore dibuka, dan malam ditutup," kata Gubernur Olly saat video conference di Manado.
Olly mengatakan, pembatasan aktivitas lalu lintas di wilayah perbatasan itu sudah dimulai sejak Jumat, 27 Maret 2020, sampai dengan dicabutnya status siaga darurat Covid-19 dari pemerintah pusat.
"Kendaraan roda dua maupun roda empat atau yang tidak berkendaraan dilarang melintasi perbatasan, kecuali kendaraan pengangkut BBM, ambulans," ujarnya.
Olly mengatakan, masyarakat yang masuk Sulut maupun masuk Gorontalo dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan disemprot disinfektan selama masa siaga Covid-19. Pembatasan perjalanan darat tidak hanya diterapkan antarprovinsi di Pulau Sulawesi, melainkan juga antarkabupaten dan kota di Sulut.
Hal ini terungkap dalam rapat bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wali Kota serta Bupati di Sulut melalui video Conference dalam rangka melakukan pencegahan Covid-19, Selasa, 31 Maret 2020.
"Saya bersama Wakil Gubernur, Steven Kandouw dan para Forkopimda baik Kapolda, Pangdam, Danlanudsri maupun Danlantamal serta para Bupati dan Wali Kota sepakat akan melakukan pencegahan dan percepatan penanganan virus Corona dengan pembatasan perjalanan di wilayah perbatasan," ungkap Olly.
Dia mengatakan, para pimpinan daerah sepakat agar Covid-19 tidak terlalu melebar, maka ada beberapa tempat yang diberlakukan pembatasan perjalanan di setiap perbatasan antara kabupaten dan kota di Sulut.
"Ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Dalam waktu dekat ini akan diberlakukan," ujarnya.
Pencegahan penyebaran Virus Corona, salah satunya dengan tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Namun ini juga membawa dampak bagi warga pekerja harian. Pemprov Sulut dan Pemkab/Pemkot di Sulut sepakat untuk memberikan sembako kepada warga.
Olly mengatakan, Pemprov Sulut Dinas Sosial sudah membagikan 5 kilo gram beras pada ratusan sopir angkot di Kota Manado.
"Ini untuk membantu ekonomi masyarakat yang terdampak, terutama bagi mereka yang membutuhkan," terangnya.
Selain yang dilakukan Pemprov Sulut, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sulut juga sudah setuju untuk mengalokasikan anggarannya melalui APBD guna membantu masyarakat yang kekurangan.
Reporter: Yoseph IkanubunSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya